Ekonomi

Harga Emas Meroket, Ibu Rumah Tangga Beralih ke Investasi Emas Digital dan Perhiasan

×

Harga Emas Meroket, Ibu Rumah Tangga Beralih ke Investasi Emas Digital dan Perhiasan

Share this article
Harga Emas Meroket, Ibu Rumah Tangga Beralih ke Investasi Emas Digital dan Perhiasan
Harga Emas Meroket, Ibu Rumah Tangga Beralih ke Investasi Emas Digital dan Perhiasan

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 April 2026 | Jakarta – Dalam dua tahun terakhir harga emas mengalami lonjakan signifikan, memicu pergeseran pola menabung rumah tangga menuju instrumen yang lebih fleksibel. Kenaikan dari sekitar Rp1,3 juta per gram pada awal 2024 menjadi hampir Rp2,9 juta per gram pada awal 2026 tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga menjadikan emas pilihan utama bagi ibu rumah tangga yang mengincar keamanan finansial.

Contoh nyata terlihat pada kisah Siti Mukholifah, seorang perempuan berusia 62 tahun yang akrab dipanggil Ipah. Ia mulai menabung emas digital melalui Pegadaian pada 2024 dengan harga Rp1,3 juta per gram. Dua tahun berselang, tabungannya naik seiring harga emas yang mendekati Rp2,8 juta per gram, cukup untuk membiayai perjalanan ibadah umrah pada Februari 2026. “Kalau saya nabung uang mungkin nilainya masih sama, kalau emas kan naik turun,” ujarnya.

Sementara itu, Sinta Diahrum Santi, ibu rumah tangga berusia 35 tahun, memilih membeli emas perhiasan sejak 2025. Awalnya harga per gram berada di kisaran Rp1,5 juta, namun dalam kurang dari satu tahun harga melambung melewati Rp2 juta per gram. Di pasar per 14 April 2026, emas perhiasan 16‑19 karat diperdagangkan antara Rp1,6 juta‑Rp2 juta per gram, sementara emas 24 karat mencapai Rp2,48 juta per gram menurut laman Rajaemas. Lakuemas mencatat harga Rp2,6 juta per gram untuk emas perhiasan serupa.

Fenomena kedua wanita ini mencerminkan tren nasional yang lebih luas. Survei Jakpat menunjukkan perhiasan menjadi instrumen investasi paling diminati, melampaui reksa dana, kripto, saham, dan deposito. Data Pegadaian mengonfirmasi bahwa harga emas yang berada di kisaran Rp1 juta per gram pada 2023 telah melonjak hingga menembus Rp2,9 juta per gram pada awal 2026. Pada level global, harga emas dunia mencapai rekor US$3.800 per ons pada 2025, naik sekitar 45% dibandingkan tahun sebelumnya, dan lebih dari dua kali lipat sejak 2020.

Keberagaman produk emas kini semakin memudahkan investor ritel. Mulai dari pecahan 0,001 gram hingga 100 gram, termasuk format digital, membuat akses lebih luas. Perencana keuangan Ahmad Gozali menilai bahwa emas kembali menjadi pilihan utama karena lebih tahan terhadap gejolak ekonomi dibandingkan instrumen agresif. “Saat kondisi global tidak stabil, emas cenderung menjadi pilihan karena risikonya relatif lebih rendah,” katanya.

Namun Gozali juga mengingatkan perbedaan penting antara emas sebagai investasi dan emas sebagai konsumsi. Emas perhiasan, meski memiliki nilai simpan, cenderung kurang efisien secara finansial dibandingkan emas batangan karena selisih harga beli‑jual yang lebih lebar akibat biaya pembuatan dan desain. Potensi keuntungan dari perhiasan baru akan terasa bila disimpan dalam jangka panjang. Di sisi lain, bagi masyarakat yang mengutamakan keamanan fisik, emas perhiasan dengan kadar tinggi tetap menjadi alternatif realistis ketika pasokan emas batangan terbatas atau akses digital belum merata.

Secara keseluruhan, reli harga emas selama tiga tahun terakhir telah memperkuat persepsi emas sebagai aset aman. Ibu rumah tangga seperti Ipah dan Sinta kini tidak hanya melihat emas sebagai simbol status, melainkan sebagai mekanisme perlindungan nilai yang dapat mendukung kebutuhan besar seperti ibadah, pendidikan, atau dana darurat. Dengan pilihan produk yang semakin beragam, prospek emas sebagai instrumen tabungan rumah tangga tampak semakin cerah, asalkan investor tetap memahami karakteristik masing‑masing format dan menyesuaikannya dengan tujuan keuangan jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *