Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 01 Mei 2026 | Jakarta, 30 April 2026 – Indonesia Football 7 Federation secara resmi mengumumkan penunjukan Shin Tae-yong sebagai Penasihat Teknis Tim Nasional Football 7 (F7). Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara deklarasi struktural federasi yang digelar di Jakarta Selatan pada sore hari. Penunjukan ini menjadi sorotan utama karena Shin sebelumnya pernah memimpin Timnas Indonesia dalam periode 2019-2023, dan kini kembali ke kancah sepakbola Indonesia dalam format 7 lawan 7.
Shin Tae-yong tidak ditugaskan sebagai pelatih utama, melainkan sebagai penasihat teknis yang akan memberikan masukan taktik, strategi, serta pengembangan mental pemain. Ia akan bekerja sama dengan staf kepelatihan yang dipimpin oleh Socrates Matulessy sebagai pelatih kepala. Tim pendukung teknis meliputi Difa Aryandra Zhafkar sebagai asisten pelatih, Alfonsius Kelvan sebagai pelatih kiper, Reyhan Airlangga sebagai pelatih fisik, serta Yusuf Maulana sebagai fisioterapis.
- Socrates Matulessy – Pelatih Kepala
- Difa Aryandra Zhafkar – Asisten Pelatih
- Alfonsius Kelvan – Pelatih Kiper
- Reyhan Airlangga – Pelatih Fisik
- Yusuf Maulana – Fisioterapis
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman, yang juga ditunjuk sebagai Ketua Indonesia Football 7 Federation, menekankan pentingnya disiplin dan mentalitas dalam sepakbola 7. “Yang pertama adalah disiplin, dan yang paling pokok adalah mental,” ujar Dudung dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa visi federasi adalah menampilkan tim nasional yang kompetitif di kancah internasional, terutama pada Intercontinental Cup 2026 yang akan diselenggarakan di Roma, Italia.
Intercontinental Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli hingga 3 Agustus, dengan partisipasi tim-tim unggulan dari lebih 30 negara anggota FIF7. Turnamen ini menjadi ajang penting bagi Garuda F7 untuk menguji kualitas permainan dan menyiapkan diri menuju Piala Dunia Football 7 pada tahun 2027. Dudung menegaskan, “Dari 280 juta orang Indonesia, mestinya ada tujuh pemain hebat yang bisa masuk tim nasional,” menekankan potensi besar yang masih belum tergali.
Shin Tae-yong mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menyatakan ketertarikannya pada Football 7 karena formatnya memungkinkan Indonesia bersaing di panggung dunia. “Saya melihat peluang besar bagi Indonesia di sepakbola 7, terutama dalam hal taktik cepat dan permainan kolektif,” katanya. Ia menambahkan bahwa pengalaman melatih tim senior akan membantu memperkuat fondasi teknis dan mental pemain muda.
Selain fokus pada persiapan kompetisi, federasi juga menyiapkan program pembinaan berkelanjutan. Rencana jangka pendek mencakup pemilihan talent scouting di seluruh provinsi, pelatihan intensif selama tiga bulan, serta turnamen persahabatan melawan tim-tim Asia Tenggara. Jangka panjang, federasi berambisi menciptakan liga profesional Football 7 yang dapat menyalurkan bakat secara reguler ke tim nasional.
Secara struktural, Football 7 di Indonesia berada di bawah naungan International Football 7 Federation (FIF7), yang telah mengakreditasi lebih dari 50 negara anggota sejak berdiri pada 2011. Dengan dukungan federasi internasional, Indonesia berharap dapat meningkatkan standar kompetisi domestik, memperluas jaringan pelatih bersertifikasi, serta mengoptimalkan fasilitas latihan yang sesuai dengan ukuran lapangan 7 lawan 7 (panjang 50‑65 yard, lebar 25‑50 yard).
Penunjukan Shin Tae-yong diharapkan menjadi katalisator perubahan signifikan bagi Timnas Football 7 Indonesia. Kombinasi pengalaman internasional, fokus pada disiplin, dan dukungan struktural federasi menyiapkan Garuda F7 untuk bersaing secara serius di Roma serta menorehkan prestasi di panggung global.











