Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 29 April 2026 | Ernst & Young (EY) kembali menegaskan perannya sebagai pendorong transformasi bisnis global di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang. Dalam beberapa minggu terakhir, perusahaan konsultan ini mengumumkan serangkaian inisiatif strategis yang mencakup survei tentang pertumbuhan perusahaan, program perekrutan berbasis kecerdasan buatan (AI), serta kontribusi pada kebijakan pajak di sektor pariwisata. Semua langkah ini diambil selaras dengan dinamika pasar keuangan internasional, termasuk ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat.
Menurut hasil survei yang dilakukan oleh EY-Parthenon, sebanyak 80 persen pemimpin korporat mengakui bahwa pertumbuhan bisnis kini menjadi lebih sulit dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Faktor utama yang disebutkan meliputi inflasi yang persisten, gangguan rantai pasokan, serta persaingan yang semakin ketat dalam adopsi teknologi. Di sisi lain, 73 persen responden menilai AI sebagai katalis utama yang dapat mempercepat inovasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan membuka peluang pasar baru. Temuan ini memperkuat posisi EY sebagai konsultan yang menempatkan teknologi digital pada inti strategi kliennya.
Sejalan dengan temuan survei, EY meluncurkan program rekrutmen AI terbesar dalam sejarahnya. Program ini menargetkan talenta dengan keahlian dalam pembelajaran mesin, analisis data besar, serta pengembangan solusi otomatisasi. EY berencana menambah ribuan profesional AI dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, dengan fokus pada pusat-pusat inovasi di Amerika Utara, Eropa, dan Asia‑Pasifik. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat kapabilitas internal, tetapi juga memungkinkan EY memberikan layanan konsultasi yang lebih mendalam kepada klien yang tengah bertransformasi digital.
Sementara itu, kolaborasi antara EY dan Federasi Industri dan Perdagangan India (FICCI) menghasilkan laporan yang menyerukan penurunan tarif GST (Goods and Services Tax) untuk akomodasi premium menjadi 9 persen. Penurunan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik destinasi wisata kelas atas, memperkuat arus wisatawan internasional, dan menstimulasi investasi di sektor perhotelan. Meskipun rekomendasi tersebut ditujukan untuk pasar India, implikasinya terasa luas, mengingat banyak perusahaan multinasional, termasuk EY, memiliki klien yang bergerak di industri pariwisata global.
Di Amerika Serikat, EY kembali mendapatkan mandat penting sebagai auditor utama setelah pemegang saham Bank of Hawaii menyetujui penunjukan EY pada rapat umum pemegang saham virtual. Keputusan tersebut menandakan kepercayaan kuat institusi keuangan regional terhadap kualitas audit dan layanan konsultasi risiko yang ditawarkan EY. Penunjukan ini juga memperkuat jaringan EY dalam sektor perbankan, yang kini tengah menavigasi tantangan regulasi dan volatilitas pasar.
Secara simultan, pasar keuangan internasional menantikan keputusan Federal Reserve pada pertemuan mingguan mereka. Para analis memperkirakan kemungkinan pemotongan suku bunga untuk meredam tekanan inflasi, yang pada gilirannya dapat menurunkan biaya pinjaman bagi perusahaan. Kebijakan moneter yang lebih lunak dipandang akan memberikan ruang bernapas bagi perusahaan yang tengah bergulat dengan biaya operasional tinggi, sekaligus mempercepat adopsi teknologi seperti AI yang kini menjadi prioritas investasi.
Berbagai inisiatif EY dapat dirangkum dalam poin-poin berikut:
- Survei EY-Parthenon mengungkap 80% pemimpin bisnis menganggap pertumbuhan lebih sulit, dengan AI sebagai solusi utama.
- Program perekrutan AI berskala besar untuk menambah tenaga ahli di bidang pembelajaran mesin dan otomatisasi.
- Laporan EY‑FICCI yang mengusulkan penurunan GST menjadi 9% untuk akomodasi premium, mendukung pemulihan sektor pariwisata.
- Penunjukan EY sebagai auditor Bank of Hawaii, memperkuat kehadiran di sektor perbankan.
- Ekspektasi pemotongan suku bunga Fed yang dapat menurunkan biaya modal dan mempercepat investasi teknologi.
Kesimpulannya, EY memanfaatkan momentum transformasi digital, kebijakan fiskal, dan kondisi moneter untuk memperluas pengaruhnya di pasar global. Dengan menempatkan AI di pusat strategi pertumbuhan, perusahaan tidak hanya membantu klien mengatasi tantangan saat ini, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi dinamika ekonomi yang lebih kompleks di masa depan.











