Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Juni 2026 | Pemerintah akan mengembangkan proyek hilirisasi pertanian industri pengolahan ayam terintegrasi di enam daerah, yaitu Jawa Timur, Gorontalo, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Proyek ini membutuhkan anggaran total Rp 16,7 triliun hingga 2036. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah menyetujui pembiayaan sekitar Rp 5 triliun untuk tahap awal proyek tersebut.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung, mengatakan bahwa Danantara telah menyiapkan anggaran Rp 5 triliun untuk tahap awal proyek hilirisasi ayam terintegrasi. Proses pencairan dana akan dilakukan secara bertahap. Agung juga menambahkan bahwa PT Berdikari telah menyiapkan dokumen dan data pendukung dalam rangka meminta alokasi anggaran dari Danantara.
Selain itu, Danantara juga berhasil menghimpun dana US$1,5 miliar atau sekitar Rp26,92 triliun dari penerbitan obligasi dolar AS perdana di pasar internasional. Penggalangan dana tersebut dilakukan melalui unit usaha Danantara Investment Management (DIM) dan menjadi penerbitan obligasi dolar pertama sejak lembaga itu dibentuk pada Februari 2025.
Minat investor terhadap surat utang tersebut terbilang tinggi, dengan total pemesanan mencapai lebih dari US$4,6 miliar. Tingginya permintaan membuat Danantara menaikkan nilai penerbitan obligasi dari target awal sekitar US$1 miliar menjadi US$1,5 miliar.
Danantara juga mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Danantara Indonesia dipandang memiliki fundamental, tata kelola, serta prospek jangka panjang yang kuat, sehingga tetap menjadi tujuan investasi bagi investor global bereputasi tinggi.
Proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini diharapkan dapat meningkatkan produksi ayam di Indonesia dan memenuhi kebutuhan domestik. Dengan demikian, proyek ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan peternak ayam dan masyarakat sekitar.
Kesimpulan, Danantara telah menyetujui anggaran sekitar Rp 5 triliun untuk tahap awal proyek hilirisasi ayam terintegrasi. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan produksi ayam di Indonesia dan memenuhi kebutuhan domestik. Selain itu, Danantara juga berhasil menghimpun dana US$1,5 miliar dari penerbitan obligasi dolar AS perdana di pasar internasional.











