Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 Juli 2026 | Bursa saham Korea Selatan mengalami kemerosotan yang cukup signifikan pada hari Selasa, dengan indeks Kospi turun sebesar 10,84% menjadi 6.023,66. Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak Maret 2023 dan menyebabkan indeks tersebut berada di bawah level 6.000 untuk pertama kalinya sejak April 2023.
Penyebab utama kemerosotan ini adalah aksi jual pada saham teknologi, terutama pada perusahaan-perusahaan seperti SK Hynix dan Samsung Electronics. Kedua perusahaan ini merupakan komponen utama indeks Kospi dan memiliki bobot yang cukup besar dalam pergerakan indeks tersebut.
SK Hynix, sebagai produsen memori chip terkemuka, mengalami penurunan sebesar 14,7% setelah harga sahamnya di Bursa Efek New York mencapai rekor terendah. Sementara itu, Samsung Electronics juga mengalami penurunan sebesar 14,4%, yang merupakan penurunan terbesar sejak Oktober 2008.
Kemerosotan ini tidak hanya terjadi di Korea Selatan, tetapi juga memengaruhi bursa saham lainnya di Asia. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun sebesar 4,36%, sementara Indeks Komposit Shanghai di Tiongkok turun sebesar 0,98%.
Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran akan persaingan yang meningkat dari perusahaan-perusahaan Tiongkok, terutama setelah peluncuran model AI Kimi K3 oleh Moonshot AI. Model ini memiliki 2,8 triliun parameter dan tersedia secara open-source, yang membuat perusahaan-perusahaan lain khawatir akan kemampuan Tiongkok dalam mengembangkan teknologi AI.
Regulator keuangan Korea Selatan juga berencana untuk mempertimbangkan pembatasan investasi pada saham-saham tertentu untuk mencegah volatilitas pasar yang berlebihan.
Kemerosotan ini menunjukkan bahwa bursa saham Korea Selatan masih sangat rentan terhadap perubahan-perubahan di pasar global dan persaingan yang meningkat dari perusahaan-perusahaan Tiongkok.











