BERITA

Landasan Pacu Indonesia Siap Sambut Pesawat Raksasa, Dari Bandara Dhoho hingga Madinah

×

Landasan Pacu Indonesia Siap Sambut Pesawat Raksasa, Dari Bandara Dhoho hingga Madinah

Share this article
Landasan Pacu Indonesia Siap Sambut Pesawat Raksasa, Dari Bandara Dhoho hingga Madinah
Landasan Pacu Indonesia Siap Sambut Pesawat Raksasa, Dari Bandara Dhoho hingga Madinah

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 April 2026 | Indonesia terus memperkuat infrastruktur penerbangan dengan menyiapkan landasan pacu yang mampu menampung pesawat-pesawat berukuran raksasa. Proyek strategis terbaru, Bandara Internasional Dhoho di Kediri, Jawa Timur, menonjol dengan runway sepanjang 3.300 meter dan lebar 45 meter, sehingga dapat mengakomodasi Boeing 777 maupun Airbus A380. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan kesiapan landasan tersebut untuk semua jenis pesawat, termasuk yang berbadan lebar.

Bandara Dhoho, yang dibiayai sepenuhnya oleh swasta melalui PT Gudang Garam Tbk, diproyeksikan beroperasi secara komersial pada awal 2024. Investasi mencapai Rp 13 triliun, menjadikannya contoh sukses kerja sama pemerintah‑swasta (KPBU) yang pertama kali dirancang bersama sejak tahap perencanaan. Selain landasan pacu yang luas, bandara ini terhubung dengan jaringan tol Kediri‑Tulungagung sepanjang 44,51 km, mempermudah akses penumpang ke wilayah sekitarnya.

Di luar negeri, landasan pacu Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah juga menjadi sorotan. Pada hari keempat kedatangan gelombang pertama jemaah haji Indonesia, lebih dari 20.000 jamaah mendarat dengan pesawat-pesawat komersial yang memanfaatkan runway yang sama. Pendaratan berlangsung hampir 24 jam nonstop, dimulai pukul 01.00 WIB oleh pesawat Garuda Indonesia GA-6109 dari Solo, dan ditutup pada pukul 23.30 oleh Saudia Airlines SV-5247 dari Surabaya. Keandalan runway Madinah terbukti penting dalam mengelola arus manusia dalam skala besar, termasuk penanganan khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Landasan pacu militer juga tidak kalah penting. Lanud Roesmin Nurjadin di Padang, Sumatera Barat, terus memperkuat kemampuan operasional Angkatan Udara Indonesia. Meskipun detail spesifik runway tidak diungkap secara publik, keberadaan landasan yang memadai memungkinkan penempatan pesawat tempur modern serta kegiatan latihan bersama negara sahabat, memperkuat kedaulatan udara nasional.

Berbagai tantangan tetap menjadi fokus utama. Insiden kecelakaan di landasan pacu internasional, seperti tabrakan antara pesawat Japan Airlines dan Delta Air di Amerika Serikat, menegaskan perlunya standar keselamatan yang ketat. Pemerintah Indonesia telah meningkatkan prosedur inspeksi rutin, termasuk kalibrasi instrumen navigasi dan perawatan permukaan runway, untuk mencegah kejadian serupa.

  • Runway Bandara Dhoho: 3.300 m x 45 m
  • Kompatibilitas pesawat: Boeing 777, Airbus A380, serta jenis narrow‑body
  • Investasi: Rp 13 triliun (swasta penuh)
  • Operasional komersial target: Januari‑Februari 2024

Dengan landasan pacu yang lebih panjang dan lebar, Indonesia berharap dapat meningkatkan volume trafik penerbangan internasional, menarik maskapai baru, serta mempercepat pertumbuhan pariwisata. Keberhasilan proyek Dhoho menjadi tolok ukur bagi bandara lain yang sedang direncanakan, seperti Bandara Baru di Sulawesi dan pengembangan kembali Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru yang kini dilengkapi taksi listrik ramah lingkungan.

Kesimpulannya, peningkatan kualitas landasan pacu di Indonesia tidak hanya mendukung operasional maskapai komersial dan militer, tetapi juga berperan vital dalam mengelola arus penumpang massal seperti jemaah haji. Upaya kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan otoritas penerbangan diharapkan dapat menjadikan negeri ini sebagai hub regional yang aman, efisien, dan berdaya saing tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *