BERITA

Demo Amarah di Makassar Ricuh, Puluhan Mahasiswa UMI Ditangkap dan Lalu Lintas Terhenti

×

Demo Amarah di Makassar Ricuh, Puluhan Mahasiswa UMI Ditangkap dan Lalu Lintas Terhenti

Share this article
Demo Amarah di Makassar Ricuh, Puluhan Mahasiswa UMI Ditangkap dan Lalu Lintas Terhenti
Demo Amarah di Makassar Ricuh, Puluhan Mahasiswa UMI Ditangkap dan Lalu Lintas Terhenti

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 April 2026 | Pada Jumat malam, 24 April 2026, mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar melaksanakan aksi demonstrasi memperingati 30 tahun tragedi April Makassar Berdarah (Amarah). Demonstrasi yang awalnya berjalan tertib di depan kampus berubah menjadi kericuhan setelah sekelompok pengemudi ojek online (ojol) yang berjaket berusaha menembus blokade jalan.

Mahasiswa menutup dua jalur Jalan Urip Sumohardjo, jalan utama Trans Sulawesi, dengan menempatkan batu dan membakar ban bekas. Aksi penutupan jalan menyebabkan kemacetan panjang, menghambat akses ke rumah sakit, kantor gubernur, serta pusat perbelanjaan di sekitarnya. Pada sore hari, massa ojol yang mengira jalan harus tetap dapat dilalui mulai mengerumuni mahasiswa, memicu ketegangan.

Ketegangan memuncak ketika massa ojol dan mahasiswa saling melempar batu dan benda keras di tengah jalan. Beberapa mahasiswa terpaksa mundur masuk ke area kampus, sementara gerbang utama kampus roboh akibat benturan. Kendaraan roda dua milik mahasiswa juga dilaporkan dirusak.

Polisi segera turun ke lokasi. Setelah mengamankan area luar kampus, petugas melakukan penyisiran ke dalam gedung fakultas. Dalam proses tersebut, polisi menemukan dan menyita sejumlah senjata tajam, termasuk papporo, alat panah busur, dan parang, yang jelas tidak relevan dengan kegiatan akademik.

Wakil Rektor III UMI, Nur Fadhilah, mengkritik aksi mahasiswa yang tidak mematuhi peringatan untuk tidak menutup jalan. “Saya sudah memperingatkan agar kalian bubar, tapi tidak didengar. Akibatnya ratusan ojol masuk dan situasi ricuh,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa yang terlibat akan diberikan sanksi disiplin.

Kombes Pol Arya Perdana, Kapolrestabes Makassar, menyatakan bahwa puluhan mahasiswa telah diamankan. Menurutnya, sebanyak 108 mahasiswa ditangkap, didata, dan akan dihubungi orang tua masing‑masing untuk pembinaan agar tidak mengulangi aksi serupa. “Kami telah menyiapkan personel sejak pagi karena sudah ada informasi tentang aksi ini,” kata Arya.

Setelah massa ojol berangsur meninggalkan lokasi, arus lalu lintas di Jalan Urip Sumohardjo kembali normal. Namun, polisi tetap berjaga di sekitar kampus untuk mencegah kerusuhan susulan.

Berikut kronologi singkat peristiwa:

  • 18.00 WIB – Mahasiswa UMI menutup dua jalur Jalan Urip Sumohardjo sebagai bagian dari aksi peringatan.
  • 19.30 WIB – Pengemudi ojol mulai berkumpul di sekitar blokade, menuntut jalan dibuka.
  • 20.00 WIB – Bentrokan fisik antara mahasiswa dan ojol, melempar batu, kerusakan gerbang kampus.
  • 20.45 WIB – Polisi tiba, membubarkan massa luar, melakukan penyisiran dalam kampus.
  • 22.00 WIB – 108 mahasiswa diamankan, senjata tajam disita.
  • 23.30 WIB – Lalu lintas pulih, polisi tetap mengawasi area.

Insiden ini menambah daftar peristiwa ricuh yang terjadi di Makassar selama peringatan tragedi April 1996, di mana tiga mahasiswa UMI tewas dalam aksi menolak kenaikan tarif angkot pete‑pete. Pemerintah daerah dan pihak kampus kini dihadapkan pada tantangan menjaga keamanan publik sambil menghormati hak mahasiswa untuk berkumpul dan mengenang sejarah.

Ke depan, UMI berencana mengganti aksi fisik dengan perkuliahan daring pada hari peringatan, namun mahasiswa tetap mendesak aksi di lapangan. Pihak kepolisian menegaskan akan terus memantau situasi, sementara keluarga mahasiswa yang ditahan menunggu kabar lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *