Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 April 2026 | Meta resmi mengumumkan bahwa layanan berbayar terbaru mereka, WhatsApp Plus, sedang dalam tahap uji coba terbatas. Uji coba ini diluncurkan pertama kali di wilayah Eropa dan ditujukan untuk memberikan pengalaman yang lebih personal serta beragam pilihan kustomisasi bagi pengguna yang menginginkan kontrol lebih dalam aplikasi perpesanan terpopuler dunia.
Menurut pernyataan juru bicara Meta kepada media teknologi terkemuka, WhatsApp Plus dirancang sebagai paket langganan opsional yang menambah sejumlah fitur premium tanpa mengubah fungsi dasar aplikasi. “WhatsApp sedang menguji langganan opsional baru bernama WhatsApp Plus, yang dirancang untuk pengguna yang ingin lebih banyak cara dalam mengatur dan mempersonalisasi pengalaman mereka,” ujar juru bicara tersebut.
Berbagai akun pengguna, termasuk konsultan media sosial terkenal Matt Navarra, telah melaporkan munculnya opsi baru di akun mereka. Hal ini menandakan bahwa uji coba memang telah meluas ke sejumlah pengguna terpilih di Eropa, meski belum diumumkan secara resmi kepada publik global.
Berikut adalah rangkaian fitur premium yang akan tersedia bagi pelanggan WhatsApp Plus:
- Pin chat tambahan: pengguna dapat menempelkan lebih banyak percakapan penting di bagian atas daftar chat.
- Tema chat baru: koleksi warna dan gaya antarmuka yang dapat diubah sesuai selera.
- Stiker eksklusif: paket stiker khusus yang tidak tersedia bagi pengguna gratis.
- Ikon aplikasi khusus: pilihan ikon yang dapat menggantikan ikon standar WhatsApp di layar beranda.
- Pengaturan privasi lanjutan: opsi kontrol yang lebih detail terhadap siapa yang dapat melihat status dan foto profil.
Semua fitur tersebut dirancang sebagai tambahan, sehingga fungsi inti seperti mengirim pesan teks, foto, video, serta panggilan suara tetap gratis dan dapat diakses semua pengguna tanpa berlangganan.
Dari sisi harga, laporan yang beredar dari situs pembocor fitur WABetaInfo menyebutkan biaya berlangganan bulanan WhatsApp Plus dipatok sekitar 2,49 euro (sekitar Rp 50.200) untuk pengguna di Eropa. Karena perbedaan pajak, harga di wilayah lain dapat bervariasi; misalnya, di Pakistan paket ini ditawarkan dengan harga 229 PKR (sekitar Rp 14.000). Selain itu, WABetaInfo mengungkapkan kemungkinan adanya masa percobaan gratis selama satu bulan bagi sebagian pengguna terpilih.
Sistem pembayaran menggunakan model langganan otomatis dengan perpanjangan bulanan. Pengguna dapat menghentikan langganan kapan saja melalui Google Play, dengan syarat pembatalan dilakukan minimal 24 jam sebelum tanggal penagihan berikutnya. Mekanisme ini memastikan fleksibilitas bagi pengguna yang ingin mencoba fitur baru tanpa terikat jangka panjang.
Uji coba WhatsApp Plus tidak hanya bertujuan menambah pendapatan, melainkan juga mengumpulkan masukan langsung dari pengguna mengenai nilai tambah yang dirasakan. Meta berharap umpan balik ini dapat membantu menyesuaikan dan memperbaiki fitur sebelum peluncuran global di masa mendatang.
Reaksi awal dari komunitas pengguna menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi. Banyak yang menyambut baik kesempatan untuk mempersonalisasi tampilan aplikasi, terutama di kalangan kreator konten dan influencer yang mengandalkan estetika visual. Namun, ada pula kekhawatiran terkait potensi fragmentasi pengalaman pengguna antara versi gratis dan berbayar.
Secara keseluruhan, WhatsApp Plus menandai langkah strategis Meta dalam memperluas model bisnisnya di luar iklan. Dengan menambahkan opsi langganan premium, perusahaan berharap dapat menawarkan nilai lebih kepada pengguna sekaligus menciptakan aliran pendapatan yang berkelanjutan.
Meski masih berada dalam fase pengujian, indikasi kuat menunjukkan bahwa layanan ini akan segera tersedia secara lebih luas setelah evaluasi akhir. Pengguna di Indonesia tentu menantikan kabar selanjutnya, mengingat popularitas WhatsApp yang terus mendominasi pasar perpesanan di Tanah Air.
Kesimpulannya, WhatsApp Plus menawarkan rangkaian fitur premium yang menarik, harga kompetitif, serta fleksibilitas langganan yang memudahkan pengguna untuk mencoba sebelum berkomitmen. Jika uji coba berhasil, paket berbayar ini berpotensi menjadi standar baru dalam layanan perpesanan modern.









