Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 08 Juli 2026 | Harga Bitcoin mengalami penurunan pada Rabu setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran gagal, menyebabkan harga minyak melompat ke $75 per barel. Penurunan harga Bitcoin ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir.
Sementara itu, perang saudara di kalangan pendukung Trump juga mempengaruhi harga Bitcoin. Banyak pendukung Trump yang kehilangan uang dalam investasi cryptocurrency dan saham yang terkait dengan Trump, menyebabkan kerugian sebesar $7 miliar.
Di sisi lain, perusahaan Bitcoin Standard Treasury Company yang didirikan oleh Adam Back sedang melakukan negosiasi ulang dengan perusahaan Cantor Equity Partners I untuk melakukan merger. Perusahaan ini sebelumnya berencana untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) dengan menggunakan struktur Special Purpose Acquisition Company (SPAC), tetapi sekarang mereka sedang mencari struktur yang lebih baik.
Menurut analis, harga Bitcoin masih memiliki potensi untuk meningkat karena peranannya sebagai mata uang yang stabil dan terbatas. Selain itu, perusahaan YuzuMoneyX juga telah bermigrasi ke Chainlink CCIP untuk melakukan distribusi yield institusional, yang dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap Bitcoin.
Untuk saat ini, harga Bitcoin masih berfluktuasi, tetapi banyak analis yang percaya bahwa harga Bitcoin akan meningkat dalam jangka panjang. Oleh karena itu, investor harus tetap waspada dan melakukan analisis yang teliti sebelum membuat keputusan investasi.











