Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 April 2026 | Helikopter PK-CFX Airbus tipe H-130T2 jatuh pada Kamis, 16 April 2026 di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menewaskan delapan orang. Kecelakaan tersebut memicu penyelidikan gabungan yang melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas, TNI, serta kru dari perusahaan operator penerbangan Matthew Air. Tim investigasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 April 2026.
Pada hari pertama, tim memeriksa posisi akhir helikopter, mengidentifikasi sebaran puing, serta mengamankan dokumen penerbangan dan barang pribadi korban yang ditemukan di sekitar lokasi. Instrumen penting dari kokpit, termasuk altimeter, airspeed indicator, indikator mesin, kamera kokpit, serta sistem kontrol digital DECU dan FADEC, berhasil diangkat untuk analisis lebih lanjut. “Beberapa barang yang berhasil diamankan pada tahap awal antara lain dokumen penerbangan dan barang-barang pribadi milik korban berupa tas serta perlengkapan lainnya,” ujar Kasi Humas Polres Sekadau, AKP Triyono.
Hari kedua difokuskan pada pendalaman data lapangan. Tim mengumpulkan bukti tambahan, memetakan kerusakan struktural, dan melakukan pencatatan foto serta video detail dari puing-puing yang tersebar. Seluruh temuan ini akan menjadi dasar bagi laporan penyebab teknis maupun non‑teknis kecelakaan.
Pada hari ketiga, prioritas beralih ke evakuasi mesin utama helikopter yang terletak di lereng terjal. Lebih dari 15 warga Dusun Gandis membantu mengangkat mesin secara manual, melewati tanjakan dan turunan yang sulit. Mesin kemudian diangkut menggunakan kendaraan roda empat menuju kantor KNKT untuk pemeriksaan teknis lanjutan.
Berikut adalah daftar lengkap korban yang teridentifikasi hingga saat ini:
- 1. Pilot (nama belum dirilis)
- 2. Kopilot (nama belum dirilis)
- 3. Penumpang 1 (nama belum dirilis)
- 4. Penumpang 2 (nama belum dirilis)
- 5. Penumpang 3 (nama belum dirilis)
- 6. Penumpang 4 (nama belum dirilis)
- 7. Penumpang 5 (nama belum dirilis)
- 8. Penumpang 6 (nama belum dirilis)
Identitas lengkap para korban masih ditahan oleh pihak berwenang demi menghormati privasi keluarga. Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa semua jenazah telah ditemukan dan langsung dibawa ke rumah sakit di Pontianak untuk proses identifikasi resmi.
Tim investigasi menegaskan bahwa temuan instrumen kokpit dan komponen mesin akan menjadi kunci dalam menentukan penyebab utama kecelakaan. “Hasil investigasi nantinya juga menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi keselamatan penerbangan guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari,” kata Triyono.
Selain aspek teknis, penyelidikan juga mencakup faktor non‑teknis seperti prosedur operasional, kondisi cuaca pada saat kejadian, serta komunikasi antara pilot dan menara kontrol. Sejauh ini, cuaca dilaporkan cukup stabil, namun penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan tidak ada faktor luar yang berkontribusi.
Komunitas setempat memberikan dukungan moral kepada keluarga korban dan membantu proses evakuasi. “Partisipasi warga sangat membantu tim gabungan, terutama dalam proses pengangkatan mesin dari lokasi yang cukup sulit dijangkau,” tambah Triyono.
Hingga kini, proses analisis teknis terhadap mesin dan instrumen masih berlangsung di kantor KNKT. Pemerintah daerah dan pihak berwenang berjanji akan menyampaikan hasil akhir investigasi kepada publik secepatnya, sekaligus mengusulkan langkah-langkah perbaikan bagi operasional helikopter serupa di wilayah Indonesia.











