Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 Juni 2026 | Piala Dunia 2026 telah memasuki minggu kedua, dan beberapa tim telah memastikan tempat mereka di babak knockout. Namun, sebelum final yang akan dihelat pada 19 Juli di MetLife Stadium, New Jersey, muncul kekhawatiran dari pemain dan pelatih tentang kondisi lapangan. MetLife Stadium, yang akan menjadi venue final Piala Dunia 2026, mendapat kritik keras dari dua kontender teratas, Prancis dan Brasil.
Prancis, yang berhasil mengalahkan Senegal 3-1, memiliki keluhan tentang lapangan. Gelandang Prancis, Adrien Rabiot, menyatakan bahwa lapangan terasa seperti permukaan buatan dan keras. Ia berharap mereka akan menemukan lapangan yang lebih baik di pertandingan selanjutnya. Pelatih Prancis, Didier Deschamps, juga memiliki pendapat yang sama dan menambahkan bahwa pemain perlu beradaptasi dengan kondisi lapangan.
Brasil, yang bermain imbang 1-1 melawan Maroko, juga memiliki keluhan serupa. Penyerang Brasil, Vinicius Junior, menyatakan bahwa lapangan terlalu kering dan membuat permainan menjadi lambat. Ia berharap mereka dapat beradaptasi dengan kondisi lapangan dan meningkatkan permainan mereka.
FIFA, yang merupakan penyelenggara Piala Dunia 2026, menyatakan bahwa lapangan di semua stadion, termasuk MetLife Stadium, dalam kondisi yang baik dan aman untuk pemain. Mereka juga menambahkan bahwa perbedaan penampilan lapangan di televisi atau secara langsung tidak selalu mencerminkan kualitas dan keamanan lapangan.
Prancis akan menghadapi Irak di pertandingan selanjutnya, dan mereka berharap dapat menemukan lapangan yang lebih baik. Sementara itu, Brasil akan terus berusaha untuk meningkatkan permainan mereka dan beradaptasi dengan kondisi lapangan.
Kontroversi lapangan MetLife Stadium ini telah menjadi perbincangan hangat di kalangan pemain, pelatih, dan penggemar sepak bola. Namun, FIFA tetap yakin bahwa lapangan dalam kondisi yang baik dan aman untuk pemain. Kita tunggu saja apa yang akan terjadi di final Piala Dunia 2026 nanti.











