Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Juni 2026 | Elon Musk, CEO SpaceX dan Tesla, baru-baru ini mengungkapkan rencana ambisiusnya untuk mengembangkan infrastruktur artificial intelligence (AI) di bulan. Dalam sebuah pertemuan dengan Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase, Musk menjelaskan bahwa bumi tidak dapat menampung skala komputasi AI yang dibutuhkan di masa depan.
Musk mengusulkan solusi dengan memanfaatkan bulan sebagai basis industri untuk AI. Ia percaya bahwa bulan dapat mendukung pengembangan pusat data AI dengan skala yang jauh lebih besar daripada yang dapat dilakukan di bumi. Dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di bulan dan energi surya, Musk yakin bahwa pusat data AI dapat dibangun dengan biaya yang lebih rendah dan efisiensi yang lebih tinggi.
Rencana ini merupakan bagian dari strategi Musk untuk mengembangkan SpaceX menjadi perusahaan yang lebih besar dan lebih beragam. Dengan melakukan IPO, SpaceX diharapkan dapat mengumpulkan dana yang cukup untuk mendukung pengembangan proyek-proyek ambisius seperti ini.
SpaceX juga berencana untuk meluncurkan 100.000 satelit Starlink ke orbit bumi untuk menyediakan akses internet yang lebih luas dan lebih cepat. Dengan demikian, perusahaan ini berharap dapat menjadi pemain utama dalam industri teknologi luar angkasa dan AI.
Musk sendiri diyakini akan menjadi orang terkaya di dunia setelah IPO SpaceX, dengan kekayaan yang diperkirakan mencapai lebih dari $1 triliun. Namun, rencana ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana perusahaan ini akan digunakan dan bagaimana keuntungan dari pengembangan AI di bulan akan dibagikan.
Kesimpulan dari rencana Elon Musk ini adalah bahwa pengembangan AI di bulan dapat menjadi langkah besar dalam pengembangan teknologi luar angkasa dan AI. Dengan menggunakan sumber daya yang ada di bulan dan energi surya, perusahaan ini berharap dapat menciptakan pusat data AI yang lebih efisien dan lebih besar daripada yang ada di bumi.









