Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 Juli 2026 | FIFA, organisasi yang mengatur sepak bola internasional, sedang menghadapi kontroversi besar setelah Presiden Gianni Infantino mengumumkan rencana untuk menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta. Rencana ini telah memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk mantan Presiden FIFA Sepp Blatter dan beberapa konfederasi sepak bola.
Menurut rencana Infantino, FIFA akan membentuk anak perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial Piala Dunia dan turnamen lainnya. Anak perusahaan ini, yang disebut FIFA Forward Enterprise (FFE), akan menjual sahamnya kepada investor swasta, yang kemudian akan memiliki kendali atas sebagian dari kegiatan komersial Piala Dunia.
Infantino berargumentasi bahwa rencana ini akan membawa pendapatan yang signifikan bagi FIFA dan anggotanya, dengan setiap negara anggota berpotensi menerima $40 juta dalam jangka waktu empat tahun. Namun, banyak yang khawatir bahwa rencana ini akan mengubah Piala Dunia menjadi ajang komersial yang lebih besar, sehingga mengorbankan nilai olahraga dan tradisi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Sepp Blatter, mantan Presiden FIFA, secara terbuka menentang rencana ini, dengan menyatakan bahwa Piala Dunia bukanlah aset komersial yang dapat dikuasai oleh segelintir eksekutif. Ia juga menekankan bahwa sepak bola adalah milik rakyat, bukan milik institusi atau individu.
Sementara itu, beberapa konfederasi sepak bola, termasuk UEFA, telah mengeluarkan pernyataan yang mengkritik rencana Infantino. Mereka khawatir bahwa rencana ini akan merusak integritas Piala Dunia dan mengancam keberlangsungan sepak bola sebagai olahraga yang adil dan kompetitif.
Dalam menghadapi kritik ini, Infantino tetap pada pendiriannya, dengan menegaskan bahwa rencana ini akan membawa manfaat besar bagi sepak bola dan FIFA. Ia juga menyerukan kepada anggota FIFA untuk mendukung rencana ini, dengan menjanjikan bahwa mereka akan menerima bagian yang adil dari pendapatan yang dihasilkan.
Kontroversi ini masih berlanjut, dengan banyak pihak yang terlibat dalam debat sengit tentang masa depan Piala Dunia dan sepak bola internasional. Sementara itu, Infantino dan FIFA terus maju dengan rencana mereka, dengan harapan bahwa mereka dapat mengubah Piala Dunia menjadi ajang yang lebih komersial dan menguntungkan.











