Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 29 Juli 2026 | Meta Platforms Inc. dan BlackRock Inc. berencana membangun pusat data sebesar 1-gigawatt di Texas yang akan menelan biaya sekitar $14 miliar. Fasilitas ini akan mulai beroperasi pada tahun 2028 dengan Meta sebagai penyewa awal.
Investasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan teknologi untuk mendominasi pasar artificial intelligence (AI) yang masih dalam tahap awal. Perusahaan seperti Alphabet Inc., Amazon.com Inc., Meta, dan Microsoft Corp. telah agresif membangun pusat data untuk mendukung pengembangan AI.
Biaya pembangunan pusat data ini tidak termasuk biaya chip canggih yang diperlukan untuk mendukung model AI. Pusat data sebesar 1GW biasanya memerlukan biaya sekitar $35 miliar hingga $50 miliar.
Meta akan menyumbangkan lahan dan aset lainnya yang bernilai sekitar $2,3 miliar dan akan menerima pembayaran satu kali sebesar $1 miliar. BlackRock akan menyumbangkan sekitar $4,9 miliar dalam bentuk tunai, dengan sebagian dari jumlah tersebut didanai oleh obligasi sebesar $12,5 miliar yang dijual pada hari Senin setelah proses yang hampir berlangsung seminggu dan permintaan yang lebih lemah dari yang diharapkan.
Obligasi investment-grade ini menawarkan hasil yang lebih sejalan dengan obligasi berperingkat junk yang lebih berisiko, yang meningkat pada awal perdagangan sebagian karena konsesi yang substansial yang dipatok.
Proyek El Paso ini merupakan bagian dari Meta Compute, inisiatif Meta untuk membangun infrastruktur AI dan menjual akses ke kekuatan komputasi yang berlebih. Meta akan memasuki perjanjian sewa untuk fasilitas ini dengan masa awal empat tahun, dengan opsi untuk memperpanjang.
Kemitraan dengan BlackRock ini memungkinkan Meta untuk bergerak lebih cepat dan dengan skala yang lebih besar, kata Mark Zuckerberg, CEO Meta, dalam sebuah pernyataan.
Awal tahun ini, Meta meningkatkan outlook pengeluarannya untuk tahun ini menjadi $125 miliar hingga $145 miliar, didorong oleh investasi besar-besaran dalam infrastruktur AI dan harga komponen yang lebih tinggi. Perusahaan ini akan melaporkan pendapatan kuartal kedua pada hari Rabu, di mana mereka kemungkinan besar akan memberikan pembaruan tentang rencana pengeluaran mereka.
Sementara itu, investor mulai khawatir tentang biaya utang yang meningkat dan potensi risiko yang terkait dengan investasi besar-besaran dalam AI. Beberapa perusahaan, termasuk Alphabet dan Tesla, telah dihukum oleh investor setelah melaporkan angka pengeluaran yang lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Namun, beberapa analis tetap optimis tentang prospek Meta dan potensi AI untuk membawa pertumbuhan jangka panjang. Mereka percaya bahwa investasi besar-besaran dalam AI akan membayar pada akhirnya, meskipun mungkin memerlukan waktu untuk membuahkan hasil.
Kesimpulan, investasi Meta dalam pusat data di Texas merupakan langkah besar untuk mendukung pengembangan AI dan memperkuat posisinya dalam industri teknologi. Meskipun ada kekhawatiran tentang biaya utang dan risiko yang terkait, banyak analis yang tetap percaya pada potensi jangka panjang dari investasi ini.









