Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 05 Juli 2026 | Kecelakaan truk boks menabrak enam sepeda motor terjadi di Simpang Universitas Islam “45” (Unisma), Jalan Cut Meutia, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Peristiwa itu terjadi pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 08.45 WIB.
Akibat kecelakaan yang terjadi, satu sopir ojek online (ojol) meninggal dunia. Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat truk melaju dari arah Jakarta menuju Bekasi dengan kecepatan tinggi memasuki persimpangan. Pada saat yang sama, lampu lalu lintas dari arah Jakarta sudah menyala merah.
Namun truk tersebut masih terus melaju hingga menabrak sejumlah sepeda motor yang berhenti di lampu lalu lintas tersebut. Tak berhenti di sana, usai menabrak truk masih terus melaju hingga menabrak pengendara lain yang melaju dari arah Tol Bekasi Timur menuju SMP Negeri 2 Kota Bekasi.
Ia menduga, truk tersebut mengalami rem blong karena kendaraan sudah melaju dengan kecepatan tinggi sejak dari jauh. Sementara itu, Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali mengatakan bahwa truk boks Isuzu dengan nomor polisi B 9916 TXT diduga mengalami rem blong hingga menyebabkan kecelakaan.
Menurut pengamat, insiden truk di Bekasi mencerminkan pola berulang tanpa solusi konkret. Lemahnya keselamatan transportasi dalam negeri menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan tersebut. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu menilai kasus tersebut bukan sekadar kejadian nahas semata, tetapi pola yang menunjukkan lemahnya keselamatan transportasi dalam negeri.
Yannes menambahkan bahwa lemahnya pengawasan sepanjang siklus hidup kendaraan turut memperparah kondisi di lapangan. Ditambah lagi, tekanan bisnis yang ketat sering kali membuat pengusaha angkutan longgar terhadap aspek investasi keselamatan dan pemeliharaan unit.
Di sisi lain, minimnya kompetensi dan sertifikasi praktis bagi para pengemudi truk juga menjadi mata rantai krusial yang belum terselesaikan. Banyak sopir yang belum dibekali kemampuan mendalam untuk mengenali gejala awal kerusakan sistem rem maupun teknik pengereman darurat yang benar.
Keluarga korban juga mengungkapkan bahwa sang suami merupakan sosok suami yang bertanggung jawab dan selalu mengutamakan kebutuhan istri serta anak-anaknya yang masih kecil. Istri korban mengatakan bahwa suaminya kerap bekerja dari pagi hingga larut malam, bahkan sering tidak pulang ke rumah karena terus mencari penumpang demi memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan anak-anaknya.
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan pemerintah akan memberikan perhatian penuh kepada para korban kecelakaan, termasuk keluarga korban yang meninggal dunia.
Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya. Diperlukan upaya yang lebih serius dari pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi masalah keselamatan transportasi di Indonesia.











