Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 April 2026 | Liverpool legend Steve Nicol, mantan pemain berbakat yang mengukir sejarah klub dengan tiga gelar FA Cup dan satu Piala Eropa, akan melepas sebagian harta bersejarahnya dalam lelang yang dijadwalkan pada akhir Mei ini. Lelang tersebut diselenggarakan oleh rumah lelang Propstore di London dan diperkirakan dapat menghasilkan total nilai mencapai Rp 400 juta, dengan medali FA Cup 1986 menjadi bintang utama.
Medali FA Cup yang diraih Nicol pada musim 1985/1986 menjadi simbol kemenangan Liverpool atas Everton dalam final dramatis 3-1 di Wembley. Estimasi harga jualnya berada di antara £10.000 hingga £20.000 (sekitar Rp 200‑400 juta). Nilai tersebut didukung oleh fakta bahwa medali tersebut menandai gelar FA Cup pertama dalam karier Nicol, sekaligus menambah nilai sentimental bagi para penggemar Liverpool.
Selain medali FA Cup, lelang ini menampilkan sejumlah barang lain yang memiliki nilai historis tinggi, antara lain:
- Medali Pemenang Liga Champions 1984: Diperoleh setelah Liverpool mengalahkan AS Roma di final di Stadio Olimpico, diperkirakan laku £8.000‑£16.000.
- Penghargaan Football Writers’ Association (FWA) Footballer of the Year 1989: Estimasi harga £2.000‑£4.000.
- Kaus Scotland vs England Rous Cup 1988: Diperkirakan terjual £1.000‑£2.000.
- Kaus Final FA Cup 1989 Liverpool vs Everton: Diperkirakan £3.000‑£6.000.
- Kaus MLS All‑Star yang ditandatangani oleh David Beckham dan Landon Donovan: Estimasi £400‑£800.
Semua item tersebut akan dilelang hingga 14 Mei, memberi kesempatan kepada kolektor, penggemar sepak bola, dan investor untuk memiliki sepotong sejarah Inggris dan Amerika. Propstore mengklaim bahwa kualitas dan provenance (asal usul) barang-barang ini sangat langka, sehingga menarik minat kolektor global.
Steve Nicol, yang kini berusia 64 tahun, mengungkapkan rasa puasnya karena lelang ini akan memastikan medali-medalinya tetap berada di tangan para penggemar sejati. “Itu sangat berarti bagi saya, mengetahui bahwa barang‑barang ini akan tetap diapresiasi selama bertahun‑tahun ke depan,” ujar Nicol dalam sebuah pernyataan singkat.
Karier Nicol memang tidak hanya terbatas pada Liverpool. Setelah menghabiskan 13 tahun bersama The Reds, ia juga memperkuat Notts County, Sheffield Wednesday, dan Doncaster Rovers sebelum beremigrasi ke Amerika Serikat pada 1999. Di MLS, ia bermain untuk beberapa tim dan akhirnya beralih ke dunia kepelatihan, memperkuat reputasinya sebagai figur penting dalam perkembangan sepak bola lintas benua.
Lelang ini juga mencerminkan tren meningkatnya minat pasar terhadap memorabilia olahraga, terutama yang berasal dari era kejayaan klub-klub Eropa. Para ahli menilai bahwa nilai historis, kondisi fisik barang, serta cerita di baliknya menjadi faktor utama yang mendorong harga jual. Dalam kasus Steve Nicol, kombinasi prestasi pribadi dan peran pentingnya dalam era keemasan Liverpool menambah daya tarik kolektibilitas.
Para penggemar di Inggris, Indonesia, dan seluruh dunia kini menantikan hasil lelang ini. Jika medali FA Cup mencapai batas atas estimasinya, nilai total lelang bisa melampaui Rp 400 juta, menjadikannya salah satu penjualan memorabilia sepak bola terbesar tahun ini.
Terlepas dari hasil akhir, lelang ini sekaligus menjadi penghormatan atas kontribusi Steve Nicol bagi sepak bola. Koleksi tersebut tidak hanya menjadi barang koleksi, melainkan juga saksi bisu dari momen‑momen yang mengukir sejarah Liverpool dan sepak bola internasional.











