Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Juni 2026 | Anggota Komisi VI DPR RI, Doni Akbar, menekankan pentingnya peningkatan kualitas data, modernisasi sarana, serta penguatan sinergi industri perkeretaapian nasional sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan sektor transportasi kereta api Indonesia.
Doni Akbar juga mempertanyakan strategi perusahaan dalam mengelola sarana perkeretaapian yang telah beroperasi lebih dari 25 tahun. Ia meminta penjelasan mengenai efektivitas program peremajaan armada, masa pakai setelah rehabilitasi, serta pertimbangan antara modernisasi, perbaikan, maupun penggantian sarana secara menyeluruh guna menjamin keselamatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana untuk menerapkan teknologi automatic train protection (ATP) pada jaringan kereta api konvensional untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa saat ini masinis masih menjadi lapisan perlindungan terakhir dalam perjalanan kereta melalui pengamatan terhadap sinyal di lintas.
Terdapat dua pendekatan teknologi ATP yang tengah dipertimbangkan, yaitu teknologi konvensional berbasis wayside dan onboard, serta teknologi yang lebih baru berbasis satelit dan wireless melalui teknologi future railway mobile communication system (FRMCS).
Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan keamanan di perlintasan sebidang, KAI memiliki fokus terhadap upaya peningkatan keselamatan dan keamanan di perlintasan sebidang. Doni Akbar juga mendukung terhadap berbagai program strategis yang dijalankan KAI dan INKA, termasuk percepatan penanganan perlintasan sebidang melalui penutupan perlintasan liar, pengamanan jalur perlintasan prioritas, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.
Keselamatan dan keamanan kereta api merupakan prioritas utama bagi KAI dan pemerintah. Dengan demikian, upaya modernisasi dan penguatan sinergi industri perkeretaapian nasional harus dilakukan secara terus-menerus untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan penumpang.









