Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 Mei 2026 | Shandong Taishan, salah satu tim sepak bola ternama di Tiongkok, baru-baru ini mengalami kekalahan telak dengan skor 4-1 saat melawan Zhejiang FC di putaran ke-13 Liga Super Tiongkok. Raphael Merkies memberikan Shandong Taishan keunggulan awal, tetapi Zhejiang berhasil membalikkan keadaan berkat aksi cemerlang Alexandru Mitrita yang memberikan dua assist.
Sementara itu, di luar lapangan, Shandong Taishan juga terlibat dalam kasus korupsi yang melibatkan pemain dan pejabat klub. Son Jun-ho, pemain asal Korea Selatan, ditahan oleh pihak berwenang Tiongkok atas dugaan penerimaan suap yang terkait dengan kasus pengaturan pertandingan.
Asosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) telah mengambil tindakan tegas terhadap kasus korupsi ini dengan mengumumkan sanksi bagi 17 individu yang terlibat, termasuk pelatih dan pejabat klub, dengan hukuman larangan seumur hidup dari segala aktivitas sepak bola.
Kasus ini menambah daftar panjang skandal korupsi di dunia sepak bola Tiongkok, yang telah lama terganggu oleh praktik tidak sehat seperti pengaturan pertandingan dan penyuapan. Meskipun upaya untuk membersihkan sepak bola Tiongkok dari korupsi terus dilakukan, kasus-kasus seperti ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai integritas dan keadilan dalam olahraga ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, CFA telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk memerangi korupsi, termasuk mengenakan sanksi keras terhadap klub dan individu yang terlibat dalam kegiatan tidak sehat. Namun, tantangan terbesar tetap ada, yaitu mengubah budaya dan mentalitas yang telah mengakar dalam dunia sepak bola Tiongkok.
Shandong Taishan, sebagai salah satu tim papan atas di Liga Super Tiongkok, diharapkan dapat memimpin contoh dengan meningkatkan integritas dan profesionalisme dalam manajemen dan operasional klub. Dengan demikian, klub ini dapat membantu mempromosikan sepak bola Tiongkok yang lebih bersih dan sehat, serta meningkatkan reputasi olahraga ini di mata masyarakat dan dunia internasional.











