Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 April 2026 | Ketika nama Lionel Messi kembali terdengar, sorotan dunia sepak bola langsung mengalir ke dua arena utama: Manchester City, klub Premier League yang tengah mengincar gelar berganda, dan Timnas Argentina yang berambisi mempertahankan trofi Piala Dunia 2022. Kedua pihak menganggap kehadiran sang legenda sebagai faktor krusial untuk menembus final Piala Dunia 2026, sekaligus menanggapi pertanyaan besar mengenai keputusan Messi menutup karier internasionalnya.
Messi, yang kini berusia 38 tahun, masih aktif membela Inter Miami pada musim 2026. Penampilannya masih menunjukkan kilau, meski intensitas pertandingan di Liga Amerika tetap lebih ringan dibanding kompetisi tingkat klub Eropa. Namun, keinginannya untuk kembali beraksi di panggung tertinggi masih menjadi bahan perbincangan. Pada Desember lalu, ia mengungkapkan keinginannya untuk berada di Piala Dunia 2026, namun belum memberikan kepastian resmi.
Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan bahwa segala upaya akan dilakukan agar Messi dapat tampil di turnamen tersebut. Ia menambahkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan kapten, mengingat faktor usia dan kondisi fisik menjadi pertimbangan utama.
Sementara itu, di Manchester City, manajer Pep Guardiola melihat potensi taktis yang luar biasa jika Messi bergabung. Guardiola menilai bahwa pengalaman dan visi permainan Messi dapat melengkapi gaya menyerang City yang mengandalkan tekanan tinggi dan pergerakan cepat. Berikut beberapa skenario yang dipertimbangkan oleh kedua belah pihak:
- Messi tetap berkarier di Inter Miami hingga menjelang Piala Dunia, kemudian beralih sementara ke Manchester City untuk mempersiapkan turnamen internasional.
- Messi menandatangani kontrak jangka pendek dengan City, memungkinkan ia berlatih bersama skuad sebelum kompetisi dimulai.
- Messi memilih fokus sepenuhnya pada Argentina, menolak tawaran klub manapun demi menjaga kebugaran dan konsistensi timnas.
Argentina sendiri telah menyiapkan jadwal grup yang menantang, yakni Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Pertandingan pembuka melawan Aljazair dijadwalkan pada 16 Juni 2026. Jika Messi berpartisipasi, peranannya tidak hanya sebagai pencetak gol, melainkan juga sebagai pengatur tempo permainan dan mentor bagi generasi baru seperti Julian Alvarez.
Julian Alvarez, yang kini menjadi andalan lini depan Argentina, telah menunjukkan performa stabil di beberapa laga kualifikasi, termasuk gol krusial melawan Bolivia. Sinergi antara Messi dan Alvarez diharapkan menjadi senjata utama bagi Albiceleste. Statistik terbaru menunjukkan bahwa kombinasi keduanya mencatat rata-rata 1,8 gol per pertandingan dalam fase grup kualifikasi.
Di sisi lain, Manchester City sedang berada di puncak klasemen Premier League, dengan ambisi meraih treble. Kedatangan Messi diprediksi dapat meningkatkan peluang City menambah trofi domestik dan Eropa. Analisis taktis menunjukkan bahwa kehadiran pemain dengan kemampuan dribel dan visi seperti Messi dapat membuka ruang bagi pemain sayap seperti Riyad Mahrez atau Jack Grealish untuk menembus pertahanan lawan.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa keputusan akhir masih bergantung pada faktor-faktor berikut:
- Kondisi fisik: Usia 38 tahun menuntut perawatan medis dan kebugaran yang ekstra intensif.
- Jadwal kompetisi: Kepadatan jadwal Liga Amerika, Premier League, serta persiapan timnas dapat mempengaruhi keputusan.
- Keinginan pribadi: Messi telah mengungkapkan keinginan untuk menikmati momen terakhir kariernya bersama keluarga dan klub favorit.
Jika Messi memutuskan untuk bergabung dengan Manchester City menjelang Piala Dunia, FIFA menuntut pengajuan daftar awal skuad antara 35 hingga 55 pemain paling lambat 11 Mei, dan daftar final maksimal 26 pemain pada 30 Mei 2026. Hal ini memberi tekanan tambahan pada federasi Argentina untuk memastikan kehadiran Messi dalam proses seleksi.
Apapun keputusan yang diambil, satu hal pasti: Lionel Messi tetap menjadi magnet bagi para penggemar sepak bola. Nama dan prestasinya yang sudah mengukir sejarah, mulai dari tujuh gol di Piala Dunia 2022 hingga peran penting dalam kemenangan adu penalti melawan Prancis, menjadikannya sosok yang tak tergantikan dalam percaturan global. Jika ia berhasil menampilkan performa maksimal di Piala Dunia 2026, kemungkinan besar dunia akan menyaksikan babak akhir yang penuh drama, dengan harapan akhir menampilkan konfrontasi epik antara Manchester City dan tim-tim besar Eropa di final kompetisi klub, sekaligus menutup kisah internasional Messi dengan satu piala terakhir di pundaknya.
Dengan segala spekulasi yang beredar, para penggemar kini menantikan keputusan resmi. Apakah Lionel Messi akan menutup kariernya di Inter Miami, melangkah ke Manchester City, atau tetap setia pada warna Albiceleste? Hanya waktu yang akan menjawab, namun harapan besar tetap mengalir, mengiringi setiap langkah sang GOAT menuju potensi final Piala Dunia 2026.











