Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 07 Juni 2026 | Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia. UGM dikenal karena kegiatan akademik dan inovasinya yang beragam. Salah satu contoh kegiatan akademik UGM adalah penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM tentang karyawan yang ‘gila kerja’ atau workaholic. Penelitian ini menunjukkan bahwa kecenderungan workaholic tidak selalu berdampak buruk. Dalam kondisi tertentu, kerja keras justru dapat meningkatkan kebahagiaan kerja, terutama jika karyawan merasa terus berkembang dan mendapat dukungan dari lingkungan kerja yang positif.
UGM juga memiliki skor Science and Technology Index (SINTA) tertinggi di Indonesia, yaitu 5.171.733. Ini menunjukkan bahwa UGM memiliki kualitas penelitian dan pengajaran yang tinggi. Selain itu, UGM juga menggelar UGM Trail Run 2026, yang menargetkan partisipasi hingga 4 ribu pelari dari dalam maupun luar negeri. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan kepedulian sosial.
Pakar UGM, Gumilang Aryo Sahadewo, juga menekankan pentingnya investasi pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Ia menyarankan pemerintah untuk meningkatkan pendanaan PAUD dan memperluas akses PAUD yang berkualitas secara merata di seluruh Indonesia.
UGM juga menjadi sorotan karena kritik dari eks ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, terhadap penunjukan Nanik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Tiyo menilai bahwa pidato perdana Nanik sebagai Kepala BGN tidak memuat gagasan transformasional yang dapat menjawab berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kesimpulan, UGM merupakan institusi pendidikan tinggi yang memiliki kegiatan akademik dan inovasi yang beragam. UGM juga memiliki kualitas penelitian dan pengajaran yang tinggi, serta memperhatikan kepedulian sosial dan pendidikan anak usia dini. Namun, UGM juga memiliki tantangan dan kritik yang harus diatasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan masyarakat.









