Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 April 2026 | Javier Mascherano mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala Inter Miami pada Rabu dini hari WIB, 15 April 2026. Keputusan itu diungkapkan lewat rilis resmi klub yang menegaskan alasan pribadi menjadi penyebab utama, meski spekulasi publik mengaitkannya dengan performa tim yang kurang memuaskan di kandang baru, Nu Stadium.
Sejak pembukaan Nu Stadium pada awal April 2026, The Herons mengalami dua laga berujung imbang di rumah. Pada 5 April, mereka menjamu Austin FC, tim papan bawah dari Wilayah Barat, dan hanya mampu mengamankan poin satu lewat hasil 2‑2. Gol Lionel Messi dan Luis Suárez menjadi penyelamat Inter Miami dalam pertandingan yang penuh ketegangan. Seminggu kemudian, tepatnya 12 April, Inter Miami kembali menyambut New York Red Bulls di lapangan yang sama. Sekali lagi, skor akhir berakhir 2‑2, kali ini berkat gol Mateo Silvetti dan German Berterame.
Hasil beruntun tanpa kemenangan di markas baru menimbulkan perbincangan luas di kalangan penggemar dan analis sepak bola. Banyak yang berpendapat bahwa tekanan untuk tampil impresif di stadion megah menjadi beban tambahan bagi Mascherano. Namun, dalam pernyataannya, mantan gelandang Argentina menegaskan bahwa langkah mundurnya tidak dipengaruhi oleh hasil pertandingan ataupun keputusan manajemen klub.
“Saya ingin memberitahukan kepada semua orang bahwa, karena alasan pribadi, saya telah memutuskan untuk mengakhiri masa jabatan saya sebagai pelatih,” ujar Mascherano. “Saya berterima kasih kepada klub atas kepercayaan yang diberikan, kepada seluruh staf, dan terutama kepada para pemain yang telah bersama-sama menciptakan momen-momen tak terlupakan.”
Pengunduran diri Mascherano datang setelah pencapaian yang cukup mengesankan selama masa jabatannya. Di bawah asuhannya, Inter Miami berhasil meraih gelar juara MLS pada musim 2025, mengalahkan Vancouver Whitecaps dengan skor 3‑1. Selain itu, timnya berhasil menjuarai MLS Eastern Conference dan mencatat rekor kolektif 101 gol selama musim reguler dan playoff. Berikut rangkuman prestasi utama Mascherano di Inter Miami:
- Juara MLS 2025.
- Juara MLS Eastern Conference 2025.
- Rekor 101 gol dalam satu musim (reguler + playoff).
- Memperkenalkan gaya permainan menyerang yang memanfaatkan kreativitas Lionel Messi.
Pemilik klub, Jorge Mas, menanggapi pengunduran diri tersebut dengan nada hormat dan apresiatif. “Kami menghormati keputusannya dan sangat berterima kasih atas semua kontribusinya, serta mendoakan yang terbaik untuk masa depan,” ujar Mas dalam pernyataan resmi klub. Ia menambahkan bahwa pencarian pengganti Mascherano akan segera dimulai, dengan harapan dapat mempertahankan standar kompetitif yang telah ditetapkan.
Sementara itu, para pemain tampak menerima keputusan tersebut dengan profesional. Beberapa pemain senior, termasuk Messi, menyampaikan dukungan moral melalui media sosial, menekankan pentingnya kebersamaan tim meski tanpa kehadiran Mascherano di bangku kepelatihan.
Spekulasi mengenai alasan pribadi Mascherano tetap menjadi misteri. Beberapa laporan mengindikasikan bahwa ia ingin fokus pada keluarga dan mengejar peluang di luar MLS. Namun, tidak ada konfirmasi resmi mengenai detail pribadi tersebut.
Ke depan, Inter Miami berada pada persimpangan penting. Klub harus menentukan strategi baru untuk mengatasi kebuntuan di kandang, sekaligus memanfaatkan kualitas bintang dunia seperti Messi dan Suarez. Pengalaman dan reputasi Mascherano tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah singkat klub, dan keberhasilannya menambah kebanggaan bagi para pendukung The Herons.
Kesimpulannya, pengunduran diri Javier Mascherano menandai akhir babak yang penuh prestasi namun juga tantangan. Meskipun hasil imbang di Nu Stadium menimbulkan pertanyaan tentang performa tim, keputusan pribadi tetap menjadi faktor utama. Inter Miami kini menantikan era baru dengan harapan dapat kembali mengukir kemenangan di kandang serta melanjutkan warisan kemenangan MLS yang telah dibangun bersama Mascherano.









