OLAHRAGA

Deportivo vs Mirandés: Comeback 3-1 yang Mengubah Peringkat ke Posisi Naik Langsung

×

Deportivo vs Mirandés: Comeback 3-1 yang Mengubah Peringkat ke Posisi Naik Langsung

Share this article
Deportivo vs Mirandés: Comeback 3-1 yang Mengubah Peringkat ke Posisi Naik Langsung
Deportivo vs Mirandés: Comeback 3-1 yang Mengubah Peringkat ke Posisi Naik Langsung

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 April 2026 | Riazor menjadi saksi dramatis pada laga pekan ke-36 LaLiga Hypermotion ketika RC Deportivo menumpas CD Mirandés dengan skor akhir 3-1. Setelah terpaksa menelan gol pembuka lewat tendangan penalti Carlos Fernández, Deportivo bangkit dalam 12 menit di babak kedua dan mengamankan tiga poin krusial yang mengembalikan mereka ke zona promosi langsung dengan total 64 poin.

Pelatih Deportivo, Manu Sánchez, menegaskan pentingnya kemenangan dalam wawancara pasca pertandingan. “Kami tahu hanya menang yang cukup,” ujarnya. “Tim bermain dengan tekanan tinggi, kedalaman, dan kualitas individu yang kami miliki. Kekurangan hanya pada akurasi akhir,” tambahnya, menyoroti peran taktis Diego Villares sebagai penghubung utama antara lini serang dan pertahanan.

Berikut rangkaian peristiwa penting yang menentukan alur pertandingan:

  • Menit 22: Carlos Fernández (Mirandés) mengonversi penalti setelah keeper Álvaro Ferllo melakukan pelanggaran di dalam kotak. Gol ini memberi Mirandés keunggulan 1-0.
  • Menit 45+2: Mario Soriano (Deportivo) memanfaatkan kesalahan pertahanan Mirandés, mencetak gol penyama kedudukan lewat serangan individu yang menembus lini belakang lawan.
  • Menit 55: Altimira (Deportivo) terjegal dalam area dan dijatuhi penalti. VAR memverifikasi keputusan, dan Yeremay mengeksekusi dengan tenang, menambah keunggulan 2-1.
  • Menit 71: Bil Nsongo (Deportivo) menutup skor melalui tendangan kuat dari dalam kotak penalti setelah umpan silang dari Yeremay, memastikan kemenangan 3-1.

Selain momen gol, pertandingan ini juga dipenuhi kontroversi keputusan wasit. Tiga penalti menjadi sorotan utama: satu untuk Mirandés, dua untuk Deportivo. Kedua tim mengajukan protes, namun keputusan tetap dipertahankan setelah tinjauan VAR. Penjaga gawang Álvaro Ferllo tampil heroik, melakukan penyelamatan krusial pada menit-menit akhir, termasuk menahan tembakan keras yang hampir mengubah hasil.

Statistik tim menunjukkan dominasi Deportivo dalam penguasaan bola dan tekanan tinggi. Tim menghabiskan lebih dari 15 menit dalam serangan berkelanjutan pada fase awal, namun belum berhasil memecah pertahanan Mirandés yang terorganisir. Namun, perubahan taktik pada babak kedua, dengan penekanan pada kecepatan transisi, berhasil menimbulkan ketidakseimbangan yang dimanfaatkan oleh Soriano, Yeremay, dan Nsongo.

Manu Sánchez menyoroti peran penting pemain sayap seperti Alti, Quagliata, dan Bil dalam mengimplementasikan strategi “ritme tinggi”. Ia menolak kritik yang mengusulkan perlunya “ketenangan dan kesabaran”, menegaskan bahwa skuadnya dibangun untuk bermain cepat dan agresif.

Dengan tiga poin ini, Deportivo naik kembali ke posisi kedua klasemen, menyamai UD Almería dan berada empat poin di belakang pemuncak klasemen, Racing Santander. Sementara Mirandés tetap berada di zona degradasi, menambah tekanan pada mereka untuk mengumpulkan poin di sisa musim.

Suasana di stadion Riazor mencerminkan kegembiraan para pendukung. Sorakan terus menerus menggema setelah gol kedua dan ketiga, menandai momen kebanggaan bagi suporter yang menyaksikan tim kesayangan kembali ke jalur promosi. Pihak manajemen klub menyatakan kepuasan atas performa tim dan menegaskan komitmen untuk mempertahankan konsistensi hingga akhir musim.

Kesimpulannya, pertandingan Deportivo vs Mirandés tidak hanya menjadi contoh comeback yang menegangkan, tetapi juga menyoroti pentingnya keputusan taktis, kecepatan transisi, serta peran krusial pemain penengah seperti Diego Villares dalam mengendalikan ritme permainan. Kedepannya, Deportivo diharapkan dapat mempertahankan pola permainan ini untuk mengamankan tiket promosi, sementara Mirandés harus mencari perbaikan defensif untuk menghindari relegasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *