Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 April 2026 | Charlotte Hornets kembali mencuri perhatian publik NBA setelah Coby White, bek muda asal North Carolina, menorehkan momen tak terlupakan dalam pertandingan melawan Miami Heat. Pada kuarter ketiga, White menembakkan tembakan tiga angka tepat di atas buzzer, menyamakan kedudukan Hornets dan memicu perpanjangan waktu yang pada akhirnya dimenangkan tim dengan skor tipis. Keberanian ini tidak hanya mengukir sejarah tim, tetapi juga menegaskan peran penting White dalam perjalanan Hornets di play‑in tournament.
Setelah tembakan krusial itu, LaMelo Ball melengkapi aksi dengan layup yang menambah selisih poin, mengamankan kemenangan Hornets 115‑112 atas Heat. Sorotan media menggelar pujian kepada White, menilai tembakan tersebut sebagai momen “All‑Time Charlotte Hornets” dalam debut playoffnya. Penampilan ini menegaskan bahwa keputusan klub untuk menukar White dari Chicago Bulls pada Februari lalu telah memberi dampak positif yang signifikan.
Namun, di balik gemerlap sorotan lapangan, kisah pribadi Coby White menambah dimensi emosional yang kuat. Lahir dan besar di Goldsboro, sebuah kota kecil di North Carolina yang dikenal dengan tantangan ekonomi dan tingkat kejahatan yang tinggi, White mengingatkan dirinya akan akar‑akar sederhana yang membentuk karakter dan etos kerjanya. “Besar di kota kecil seperti Goldsboro, kamu belajar menghargai komunitas dan kerja keras sejak dini,” ungkapnya dalam wawancara.
Keluarga White memainkan peran sentral dalam perjalanan kariernya. Ayahnya, Donald White, yang pernah bermain basket di North Carolina Central University, menanamkan cinta pada olahraga sejak Coby masih kecil. “Dia yang pertama memberi bola kepada saya, mengajarkan bahwa basket bisa menjadi jalan keluar,” kenang adik perempuannya, Tia White. Meskipun ayahnya telah tiada, nilai‑nilai yang diturunkan—disiplin, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap sesama—masih menjadi landasan utama dalam hidup Coby.
Setelah meniti karier di Chicago Bulls, White akhirnya kembali ke tanah kelahirannya sebagai pemain Hornets. Kembalinya ia ke North Carolina bukan sekadar perpindahan klub, melainkan sebuah pelengkap perjalanan yang melingkar. Sekitar 200 mil dari Goldsboro, White kini bermain di Charlotte, mengisi posisi point guard dan shooting guard dengan kemampuan menembak tiga angka yang mematikan. Prestasinya di sekolah menengah, Greenfield School, masih memegang rekor poin tertinggi dalam sejarah basket tinggi sekolah di negara bagian tersebut, menegaskan bakat luar biasa yang dimilikinya sejak remaja.
Di luar lapangan, Coby White tak melupakan tanggung jawab sosialnya. Ia mendirikan Coby White Family Foundation, sebuah yayasan yang fokus pada beasiswa untuk pelajar dari komunitas kurang terlayani. Program beasiswa tersebut bertujuan mengangkat generasi muda yang berada di lingkungan serupa dengan Goldsboro, memberikan mereka kesempatan pendidikan yang lebih baik. “Kami ingin memberikan harapan bagi mereka yang tumbuh dalam kondisi yang sama seperti saya dulu,” jelas White dalam pernyataan resmi yayasan.
Pengaruh White juga terasa pada rekan‑rekan setim. Dalam pertandingan melawan Miami Heat, tembakan tiga angka di akhir kuarter ketiga tidak hanya menyelamatkan tim, tetapi juga menginspirasi rekan setim untuk meningkatkan performa. LaMelo Ball, yang kemudian mencetak layup penentu, menyebut White sebagai “katalisator energi tim” yang mampu mengubah momentum pertandingan dalam sekejap.
Penampilan White di play‑in tournament menambah daftar pencapaian pentingnya di NBA. Selain tembakan buzzer‑beater, ia mencatat rata‑rata poin per game yang meningkat secara signifikan sejak bergabung dengan Hornets, menunjukkan adaptasi yang cepat terhadap sistem ofensif baru. Statistik menunjukkan bahwa pada musim pertama bersama Hornets, White mencetak rata‑rata 15,2 poin, 4,1 assist, dan 3,2 rebound per pertandingan, dengan persentase tembakan tiga angka mencapai 38,5 persen.
Secara keseluruhan, Coby White tidak hanya menjadi pemain kunci bagi Hornets dalam fase playoff, tetapi juga simbol kebanggaan bagi Goldsboro. Kembalinya ia ke tanah kelahiran, keberhasilannya di panggung nasional, serta dedikasinya pada program sosial mencerminkan kombinasi antara bakat, kerja keras, dan rasa tanggung jawab sosial yang jarang ditemui pada atlet muda. Dengan langkahnya yang terus maju, White berpotensi menorehkan lebih banyak cerita inspiratif yang menghubungkan dunia olahraga profesional dengan komunitas asalnya.











