OLAHRAGA

Bojan Hodak Lontarkan Kritik Tajam pada Persib Bandung Meski Comeback Gila Lawan Bhayangkara FC

×

Bojan Hodak Lontarkan Kritik Tajam pada Persib Bandung Meski Comeback Gila Lawan Bhayangkara FC

Share this article
Bojan Hodak Lontarkan Kritik Tajam pada Persib Bandung Meski Comeback Gila Lawan Bhayangkara FC
Bojan Hodak Lontarkan Kritik Tajam pada Persib Bandung Meski Comeback Gila Lawan Bhayangkara FC

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 04 Mei 2026 | Pelatih kepala Persib Bandung, Bojan Hodak, tidak menyembunyikan rasa kecewa atas penampilan timnya pada laga melawan Bhayangkara Presisi FC di Bandar Lampung. Meskipun skuad berhasil mengubah defisit 1-2 menjadi kemenangan dramatis 4-2 di babak kedua, Hodak menilai kualitas permainan masih jauh dari standar yang diharapkan.

Menurut pernyataan resmi klub, Hodak menyoroti kurangnya konsistensi dalam fase transisi serta penurunan intensitas tekanan pada babak pertama. “Kami menunggu tim untuk mengendalikan permainan sejak awal, tetapi tampak ragu dan terlalu banyak menyerah pada tekanan lawan,” ujarnya dengan nada tegas.

Comeback yang disebut “gila” itu memang memberi kebanggaan bagi para suporter, namun bagi Hodak itu hanyalah bukti bahwa timnya mampu bangkit hanya ketika berada dalam situasi terdesak. Ia menambahkan, “Jika kami harus menunggu gol penyeimbang untuk menemukan ritme, itu sudah terlalu lama. Kami butuh dominasi sejak menit pertama.”

Hodak juga menilai bahwa beberapa pemain kunci kurang menunjukkan peran mereka secara optimal. Ia menyoroti kurangnya kreativitas dari gelandang tengah serta kegagalan sayap kanan dalam menciptakan peluang berbahaya. “Kami butuh variasi serangan, bukan sekadar serangan satu arah,” tegasnya.

Selain itu, Hodak mengkritik manajemen tempo permainan. Pada fase kedua, Persib berhasil meningkatkan kecepatan, namun ia mencatat bahwa pergantian taktik terasa terlalu lambat. “Keputusan untuk menambah tekanan harus diambil lebih cepat, bukan menunggu 20 menit sebelum melakukan penyesuaian,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam persiapan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-31 Super League 2025-2026, Hodak menegaskan bahwa jadwal padat menjadi tantangan tambahan. Hanya empat hari jeda antara dua pertandingan, ia mengingatkan, menuntut rotasi pemain yang tepat dan pemulihan maksimal.

Hodak mengakui bahwa PSIM memiliki organisasi permainan yang solid, berkat asuhan Jean‑Paul van Gastel. Ia memperingatkan bahwa meski Persib berada di urutan atas klasemen, persaingan tetap ketat. “PSIM adalah tim yang tidak mudah dikalahkan, mereka bekerja keras dan selalu menekan lawan,” kata Hodak.

Dalam upaya memperbaiki performa, pelatih mengumumkan beberapa langkah taktis. Pertama, ia akan menurunkan bek sayap kanan untuk memperkuat serangan sayap. Kedua, gelandang serang akan diberikan kebebasan lebih dalam mengatur tempo. Ketiga, rotasi pemain akan dilakukan secara lebih intensif untuk menjaga kebugaran.

Daftar aksi yang direncanakan oleh Hodak dapat dilihat pada poin berikut:

  • Mengoptimalkan pergerakan pemain tengah agar lebih dinamis.
  • Menambah variasi umpan silang dari sisi kiri.
  • Melakukan pelatihan intensif pada fase pressing tinggi.
  • Memberi kesempatan pada pemain muda untuk mengisi menit akhir.

Federico Barba, kapten Persib yang baru pertama kali mengangkat tahta pada laga melawan Bhayangkara FC, memberikan pandangan yang lebih optimis. Ia menilai kemenangan tersebut meningkatkan kepercayaan diri skuad, namun menekankan pentingnya konsistensi. “Kami tidak boleh mengandalkan comeback, harus menguasai permainan dari awal,” ujar Barba.

Layvin Kurzawa, pemain sayap kiri, menambahkan bahwa fokus utama tim kini adalah meraih poin penuh di setiap pertandingan. “Setiap laga adalah final, dan kami harus memberikan yang terbaik tanpa terganggu oleh jadwal yang padat,” katanya.

Meski kritik Bojan Hodak terdengar keras, ia tetap menekankan bahwa potensi Persib Bandung sangat besar. Dengan dukungan suporter di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, ia berharap tim dapat mengatasi kekurangan dan kembali ke jalur kemenangan yang stabil.

Kesimpulannya, komentar tajam Bojan Hodak mencerminkan keinginan kuat pelatih untuk melihat Persib bermain dengan standar tinggi. Comeback melawan Bhayangkara FC menjadi bukti ketangguhan, namun tidak cukup untuk menutupi celah taktik dan konsistensi yang masih perlu diperbaiki. Kedepannya, fokus pada perbaikan fase transisi, intensitas pressing, dan rotasi pemain diharapkan dapat mengangkat Persib kembali ke puncak klasemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *