Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 04 Mei 2026 | Dalam laga penentuan 76ers Celtics Game 7, Philadelphia 76ers berhasil menepis keunggulan Boston Celtics dengan skor akhir 109-100, mengakhiri defisit seri 3-1 dan melaju ke babak kedua NBA Playoffs. Pertandingan yang digelar di TD Garden pada Minggu malam menjadi sorotan utama dunia basket, mengingat kedua tim bersaing ketat sejak fase awal playoff.
Penampilan gemilang Joel Embiid (34 poin) dan Tyrese Maxey (30 poin) menjadi motor penggerak kemenangan Sixers. Embiid, yang kembali menunjukkan dominasi di area paint, mencatat 14 rebound dan 3 blok, sementara Maxey menambah kecepatan serangan dengan 7 assist serta 2 steal. Kombinasi keduanya menghasilkan total 64 poin, cukup untuk menutup celah yang sempat dimanfaatkan Celtics pada kuarter pertama.
Di sisi lain, Boston Celtics harus berjuang tanpa Jayson Tatum yang absen karena masalah pada lutut kiri. Tanpa kehadiran bintang utama, Celtics mengandalkan Jaylen Brown, yang mencetak 33 poin, namun tidak cukup untuk menandingi serangan berlapis Sixers. Kehilangan Tatum juga mengurangi variasi serangan luar, memaksa Celtics mengandalkan tembakan tiga angka yang tidak konsisten.
Statistik tim menunjukkan perbedaan signifikan dalam penguasaan rebound dan pertahanan di cat. Sixers menguasai 46 rebound dibandingkan 38 milik Celtics. Selain itu, Sixers mencatat 22 turnover, lebih sedikit dari 27 turnover yang dibuat oleh Celtics, menandakan eksekusi yang lebih rapi dalam situasi tekanan.
- Skor akhir: 76ers 109 – 100 Celtics
- Poin tertinggi: Joel Embiid (34), Jaylen Brown (33)
- Assist terbanyak: Tyrese Maxey (7)
- Rebound total Sixers: 46
- Turnover Sixers: 22
Strategi pelatih Doc Rivers berhasil menyesuaikan rotasi pemain pada menit-menit krusial. Ia menurunkan James Harden ke lapangan pada kuarter ketiga, memberikan dorongan energi dan kemampuan mencetak poin dari jarak menengah. Harden menambah 12 poin dan 5 assist, memperluas selisih skor pada fase akhir pertandingan.
Pelatih Boston Celtics, Joe Mazzulla, mengakui keputusan taktisnya pada awal pertandingan tidak menghasilkan efek yang diharapkan. “Kami mencoba mengubah dinamika lini depan, namun hasilnya tidak memuaskan,” ungkap Mazzulla pasca pertandingan. Ia menambahkan bahwa absennya Tatum menjadi faktor penentu, meskipun tim berusaha menyesuaikan peran pemain lain.
Dengan kemenangan ini, 76ers akan berhadapan dengan New York Knicks pada putaran berikutnya. Analisis pra-seri memperkirakan pertempuran sengit antara Tyrese Maxey dan Jalen Brunson, serta duel di bawah rim antara Joel Embiid dan Mitchell Robinson. Kedua tim diproyeksikan akan menampilkan permainan fisik dan pertahanan ketat, menjanjikan seri yang menarik bagi para penggemar.
Selain statistik, atmosfer di TD Garden juga menjadi faktor penting. Penonton Celtics yang awalnya memberikan dukungan keras kepada tim tuan rumah perlahan beralih menjadi sorakan untuk aksi-aksi luar biasa Sixers. Momen-momen seperti block Embiid pada serangan Brown di kuarter keempat menambah intensitas pertandingan.
Kemenangan ini menandai pertama kalinya dalam sejarah franchise Sixers berhasil membalikkan defisit 3-1 dalam sebuah seri playoff. Keberhasilan tersebut menegaskan kualitas tiga bintang utama—Embiid, Maxey, dan Harden—yang mampu berkolaborasi secara sinergis ketika dibutuhkan.
Ke depan, 76ers harus tetap menjaga kesehatan pemain kunci agar dapat bersaing melawan Knicks yang dikenal dengan pertahanan zona yang disiplin. Sementara itu, Celtics harus mengevaluasi strategi mereka untuk mengembalikan performa pada putaran selanjutnya, terutama dalam menyiapkan pengganti Tatum yang dapat mengisi kekosongan produksi poin.
Secara keseluruhan, 76ers Celtics Game 7 menjadi contoh klasik dari ketahanan mental dan penyesuaian taktis dalam situasi playoff yang penuh tekanan. Fans basket di seluruh dunia kini menantikan babak berikutnya, dengan harapan aksi-aksi dramatis serupa dapat terus terulang.











