Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 April 2026 | Gelandang Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, mengukir sejarah baru pada 15 April 2026 dengan resmi meluluskan diri sebagai sarjana Ilmu Pemerintahan dari Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) Cimahi. Upacara wisuda yang digelar di Auditorium Unjani tersebut berlangsung lancar dan dihadiri oleh keluarga, pelatih, serta rekan-rekan tim.
Beratnya jadwal kompetisi Persib Bandung di Liga Super Indonesia serta keterlibatan Beckham dalam Tim Nasional Indonesia tidak menghalangi ia menuntaskan studi. Pemain yang akrab dipanggil Etam ini mengaku harus pintar mengatur waktu antara latihan, pertandingan tandang, dan perkuliahan. Ia menjelaskan bahwa komunikasi intensif dengan dosen pembimbing menjadi kunci, terutama ketika harus bepergian untuk laga luar kota.
Beckham memilih jurusan Ilmu Pemerintahan karena terinspirasi oleh pengalaman memenangkan SEA Games dan tawaran menjadi ASN. “Saya ingin terjun di pemerintahan, karena kebetulan waktu itu pernah juara SEA Games dan dapat dari pemerintah jadi ASN,” ungkapnya saat sesi tanya jawab sesudah wisuda.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menilai pencapaian akademik Beckham sebagai contoh teladan bagi seluruh pemain. “Selain berprestasi di lapangan hijau, anak asuh saya ini berhasil menyelesaikan pendidikan hingga lulus kuliah. Kami sangat bangga,” kata Hodak.
Di sisi lain, laporan Okezone mengungkap kisaran gaji Beckham Putra di Persib Bandung yang berada di antara angka kompetitif untuk pemain kelas atas. Gaji tersebut mencerminkan kontribusi pentingnya di tim, terutama setelah ia membantu Persib mengalahkan Madura United dengan skor 5-0 pada pekan ke-28 Super League 2025‑2026.
Dalam pertandingan melawan Madura United, Beckham menjadi salah satu pilar serangan. Ia mencatatkan assist krusial dan menambah tekanan pada pertahanan lawan. Kemenangan 5-0 tersebut menegaskan peran vitalnya dalam skema permainan Bojan Hodak yang menitikberatkan pada pressing tinggi dan transisi cepat.
Setelah wisuda, Beckham menambah kehebohan dengan aksi selebrasi “ice cold” yang biasanya ia lakukan setelah mencetak gol. Momen tersebut menjadi sorotan publik karena ia meniru gerakan khasnya saat tali toga dipindahkan, mengundang sorakan riuh dari hadirin.
Tak hanya prestasi akademik dan lapangan, Beckham juga menunjukkan sisi humanisnya melalui interaksi dengan ball boy berusia 13 tahun, Noa Aditya Denis. Pada laga Persib versus Bali United, Beckham sempat marah karena Noa dianggap lambat mengembalikan bola, namun kemudian memberikan jersey sebagai hadiah. Insiden singkat ini meninggalkan kesan mendalam bagi Noa, yang mengidolakan pemain idola mereka.
Noa, yang berlatih di akademi Bali United, mengingat kembali bahwa Beckham pernah berada di posisi yang sama saat masih muda. Cerita tersebut mempertegas bahwa perjalanan karier seorang pemain dapat dimulai dari posisi ball boy hingga menjadi bintang profesional.
Beckham mengaku rencananya tidak berhenti di gelar sarjana. “Insya Allah saya akan melanjutkan ke jenjang S2 bila tidak ada perubahan,” ujarnya dengan harapan dapat menambah ilmu sekaligus memperluas jaringan di bidang pemerintahan.
Keberhasilan menyeimbangkan pendidikan tinggi dan karier sepak bola profesional menjadi contoh nyata bagi pemain muda di Indonesia. Dengan gaji yang kompetitif, gelar akademik, serta kontribusi di lapangan, Beckham Putra menegaskan bahwa dedikasi tidak mengenal batas.
Secara keseluruhan, prestasi Beckham Putra pada 2026 menandai era baru bagi atlet Indonesia yang tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, namun juga menekankan pentingnya pendidikan formal. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat memotivasi generasi berikutnya untuk mengejar impian di kedua ranah secara bersamaan.











