OLAHRAGA

Drama Memukau di World Snooker Championship 2026: Zhao Xintong dan Mark Allen Berjuang Meraih Gelar

×

Drama Memukau di World Snooker Championship 2026: Zhao Xintong dan Mark Allen Berjuang Meraih Gelar

Share this article
Drama Memukau di World Snooker Championship 2026: Zhao Xintong dan Mark Allen Berjuang Meraih Gelar
Drama Memukau di World Snooker Championship 2026: Zhao Xintong dan Mark Allen Berjuang Meraih Gelar

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 April 2026 | World Snooker Championship 2026 kembali menjadi sorotan utama dunia olahraga cue karena menampilkan aksi-aksi menegangkan dari para bintang papan atas. Turnamen yang berlangsung di Crucible Theatre, Sheffield, memulai babak pertama dengan pertandingan-pertandingan yang memperlihatkan kualitas teknik tinggi, tekanan mental, serta semangat kompetitif yang tinggi. Dua nama yang paling banyak dibicarakan adalah Zhao Xintong, peraih gelar juara dunia tahun lalu, dan Mark Allen, pemain asal Irlandia Utara yang tengah berusaha menutup kekosongan kariernya dengan menambah satu gelar dunia.

Di meja pertama, Zhao Xintong memulai dengan keunggulan dua frame melawan Liam Highfield. Meskipun Highfield sempat menutup celah dengan break 86 di frame ketiga, Zhao kembali menunjukkan ketangguhan dengan break 77 pada frame keenam, memperlebar keunggulan menjadi 4-2. Keberhasilan Zhao tidak lepas dari konsistensi potongan bola dan kemampuan mengendalikan tempo permainan, yang membuatnya kembali memimpin dalam pertarungan melawan pemain Inggris tersebut.

Sementara itu, di meja kedua, Mark Allen menghadapi Zhang Anda dalam pertandingan yang berlangsung sangat seimbang. Allen berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 berkat break 47, namun Zhang membalas dengan break 109 yang memimpin 3-2. Pertandingan berlanjut dengan serangkaian frame yang memperlihatkan perubahan momentum, menandakan bahwa kedua pemain berada dalam kondisi performa yang hampir setara. Allen, yang sebelumnya mengeluh tentang musim yang kurang memuaskan, menegaskan niatnya untuk memperbaiki catatan buruknya di ajang ini.

Selain aksi di lapangan, suasana di sekitar Crucible turut menambah kehangatan turnamen. Penonton memberikan tepuk tangan menghormati almarhum John Virgo, mantan komentator snooker yang baru saja meninggal dunia, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya. Sementara itu, pemain-pemain top lainnya, termasuk Ronnie O’Sullivan dan Judd Trump, sempat mendapat kritik dari Shaun Murphy karena absen pada acara peluncuran resmi turnamen, yang berpotensi dikenakan denda.

Mark Allen dalam wawancara eksklusif menyampaikan bahwa ia merasa musim ini merupakan yang terburuk dalam kariernya, meskipun berhasil meraih English Open dan mencapai semifinal di empat turnamen ranking lainnya. “Saya ingin bermain lebih baik, bukan karena kurang latihan, melainkan karena performa saya belum maksimal,” kata Allen. Ia menambahkan, “Kesempatan 17 hari ke depan di Crucible memberikan saya peluang untuk memperbaiki catatan dan menambah satu gelar dunia ke dalam CV saya.”

Di sisi lain, Zhao Xintong mengingat kembali perjalanannya yang tidak selalu mulus. Sebelum menjadi juara dunia, Zhao pernah bermain di klub snooker di Wina melawan Steven Hallworth dalam kondisi minim penonton dan tanpa wasit resmi. Pengalaman itu mengajarkannya tentang pentingnya konsentrasi dan kepercayaan diri, yang kini ia bawa ke panggung dunia.

Berikut rangkuman singkat hasil sementara dari dua pertandingan utama:

  • Zhao Xintong vs Liam Highfield: 4-2 (frame terpanjang dengan break 124).
  • Mark Allen vs Zhang Anda: 2-2 (break tertinggi 109 oleh Zhang).

Turnamen ini menggunakan format best of 19 frame pada babak pertama, menuntut stamina serta strategi jangka panjang. Kedua pemain harus menyiapkan diri tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental, mengingat tekanan dari penonton dan ekspektasi media yang terus mengiringi setiap gerakan mereka.

Keberlanjutan turnamen akan semakin menarik ketika para pemain top lain, seperti Ronnie O’Sullivan, Judd Trump, serta Shaun Murphy, melanjutkan penampilan mereka. Dengan banyaknya bintang dunia yang bersaing, World Snooker Championship 2026 diprediksi akan menyajikan lebih banyak momen dramatis, break-century, hingga potensi kejutan besar yang dapat mengubah sejarah snooker.

Secara keseluruhan, ajang ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, melainkan juga platform bagi para pemain untuk menegaskan kembali dedikasi mereka terhadap olahraga cue. Penonton di seluruh dunia menantikan kelanjutan cerita, terutama apakah Zhao Xintong dapat mempertahankan gelarnya atau Mark Allen berhasil menutup kekosongan kariernya dengan gelar dunia pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *