Religi

Rebo Wekasan 2026: Tradisi Tolak Bala yang Masih Diwariskan

×

Rebo Wekasan 2026: Tradisi Tolak Bala yang Masih Diwariskan

Share this article
Rebo Wekasan 2026: Tradisi Tolak Bala yang Masih Diwariskan
Rebo Wekasan 2026: Tradisi Tolak Bala yang Masih Diwariskan

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 12 Agustus 2026 | Rebo Wekasan 2026 jatuh pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, bertepatan dengan Rabu terakhir di bulan Safar 1448 Hijriah. Tradisi ini masih dijalankan oleh sebagian masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia, terutama melalui berbagai kegiatan dan amalan keagamaan.

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, bulan Safar 1448 H akan berakhir pada 13 Agustus 2026. Dalam penanggalan Qomariah, pergantian hari berlangsung setelah matahari terbenam.

Rebo Wekasan merupakan tradisi yang dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah. Istilah tersebut berasal dari bahasa Jawa, yakni Rebo yang berarti Rabu dan wekasan yang berarti terakhir atau penutup. Di sejumlah daerah, masyarakat mengisi Rebo Wekasan dengan berbagai ritual yang dimaksudkan sebagai ikhtiar memohon perlindungan dari bala dan musibah.

Tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci, Gresik, dimeriahkan kirab 25 tumpeng dari setiap RW. Rebo Wekasan Desa Suci resmi mendapat sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Tradisi Rebo Wekasan turut menggerakkan UMKM lokal melalui ratusan stan sepanjang Jalan KH Syafii.

Rebo Wekasan merupakan tradisi ritual pada Rabu terakhir bulan Safar untuk memohon perlindungan dari bala. Tradisi ini dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Jawa, Sunda, dan Madura melalui doa serta amalan keagamaan. Hukum salat khusus Rebo Wekasan adalah haram jika diniatkan secara khusus, namun boleh jika diniatkan sebagai salat sunah mutlak.

Beberapa ulama memberikan pendapatnya tentang Rebo Wekasan. Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Abdul Somad, Buya Yahya, dan Ustadz Syafiq Riza Basalamah memberikan penjelasan tentang amalan yang dapat dilakukan pada Rebo Wekasan, seperti membaca Yasin, melakukan tolak bala, dan membaca amalan zikir.

Kesimpulan, Rebo Wekasan 2026 merupakan tradisi tolak bala yang masih diwariskan oleh masyarakat Jawa, Sunda, dan Madura. Tradisi ini dilakukan secara turun-temurun melalui berbagai kegiatan dan amalan keagamaan. Dengan memahami makna dan tujuan Rebo Wekasan, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan tradisi ini sebagai sarana untuk memohon perlindungan dari bala dan musibah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *