Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 12 Agustus 2026 | Indonesia telah dipercaya sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen sepak bola internasional perdana yang digelar oleh FIFA untuk kawasan Asia Tenggara. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 4 Oktober 2026.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan Timnas Indonesia untuk mengejar prestasi. Menurut dia, status sebagai tuan rumah memberikan keuntungan tersendiri bagi skuad Garuda.
Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama India, Malaysia, dan Singapura. Sementara itu, Grup B dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina. Premier Division diikuti delapan tim, dan Indonesia berpeluang tampil dengan kekuatan terbaik karena turnamen ini masuk dalam kalender FIFA Matchday.
Kondisi ini menjadi keuntungan besar bagi Indonesia, karena pemain yang berkarier di luar negeri berpeluang kembali memperkuat Timnas Indonesia. Beberapa pemain yang dapat bergabung adalah Jay Idzes, Justin Hubner, Ole Romeny, Joey Pelupessy, dan Maarten Paes.
Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung telah dipilih sebagai salah satu venue Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026. Pemerintah Kabupaten Bandung menyambut baik keputusan ini dan telah melakukan beberapa pertemuan dengan Kemenpora, Pemprov Jabar, hingga perwakilan panitia.
Selain itu, pemerintah daerah Jakarta dan Jawa Barat juga menegaskan kesiapan mereka untuk menjadi tuan rumah ajang perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan otoritas Jakarta untuk memastikan kesuksesan penyelenggaraan.
Di sisi lain, negara-negara ASEAN juga semakin serius menghadapi ancaman penipuan siber sebagai satu kesatuan kawasan. Tanda-tanda keseriusan ini terlihat dalam pertemuan kontroversial di Bangkok antara Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing.
Kedua negara sepakat untuk menindak pusat-pusat operasi penipuan di sepanjang perbatasan negara mereka. Selain itu, juga sepakat dalam meningkatkan pertukaran informasi dan bekerja sama mengintervensi aliran dana dari kegiatan kriminal tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Arif Havas Oegroseno, juga mengusulkan pembentukan satuan tugas bersama untuk memerangi sindikat penipuan daring. Hal ini disampaikan saat kunjungannya ke Kamboja pada Juli 2026.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul juga sepakat bahwa kedua negara harus memimpin upaya memperkuat ketahanan ASEAN terhadap kelompok penipu daring.
Kesimpulan, Indonesia siap menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 dan berharap dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengejar prestasi maksimal. Dengan kekuatan terbaik dan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, Timnas Indonesia dapat membuktikan kemampuan mereka di kancah internasional.











