Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 Mei 2026 | Idul Adha merupakan salah satu hari raya yang dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Pada hari ini, umat Muslim melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk pengorbanan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Salah satu hal yang penting dalam ibadah kurban adalah penyembelihan hewan kurban.
Penyembelihan hewan kurban dimulai pada tanggal 10 Dzulhijjah, yakni bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Pada tahun 2026, 10 Dzulhijjah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Namun, perlu dicatat bahwa penyembelihan tidak boleh dilakukan sebelum pelaksanaan salat Idul Adha selesai.
Dalam fikih Islam dijelaskan bahwa waktu penyembelihan dimulai setelah matahari terbit dan setelah umat Muslim selesai melaksanakan salat Id beserta khutbah singkat. Ketentuan ini berdasarkan hadis riwayat Al-Bukhari dari Al-Bara’ bin ‘Azib RA: “Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam berkhutbah kepada kami pada Yaumun Nahr (hari raya kurban) setelah shalat, beliau bersabda: ‘Barang siapa yang shalat seumpama kami shalat dan menyembelih seumpama kami menyembelih (yaitu setelah shalat), maka sungguh ia telah benar, dan barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat maka itu daging kambing biasa (bukan kurban)'”.
Batas akhir penyembelihan hewan kurban berlangsung hingga matahari terbenam pada 13 Dzulhijjah atau hari Tasyrik ketiga. Artinya, umat Muslim memiliki waktu selama empat hari untuk melaksanakan penyembelihan kurban, yakni tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada tahun 2026, waktu tersebut bertepatan dengan 27, 28, 29 dan 30 Mei 2026.
Ketentuan ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW: “Semua hari-hari Tasyrik adalah (waktu) menyembelih kurban.”
Khutbah Jumat setelah Hari Raya Idul Adha 2026 membawa suasana ibadah yang dipenuhi zikir, ketenangan batin, serta dorongan memperbanyak amal saleh sepanjang hari tasyrik. Suara takbir yang terus berkumandang selepas salat wajib menghadirkan pengingat kuat mengenai kebesaran Allah SWT serta luasnya rahmat bagi hamba beriman.
Hari tasyrik menjadi waktu memperbanyak doa, menjaga lisan, memperkuat kepedulian sosial, serta menghidupkan ibadah dengan hati yang khusyuk dan tenang. Dalam khutbahnya, KH Ginanjar Wisnu Kawirian mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Hari ini adalah hari yang mulia, di mana Allah mensyariatkan ibadah kurban dan haji. Momentum ini hendaknya kita manfaatkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin adalah untuk beribadah kepada Allah SWT, sehingga Idul Adha menjadi momentum refleksi atas nikmat yang telah diberikan.
“Semoga di hari yang mulia ini kita semua diberikan kekuatan untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” pungkasnya.
Penyembelihan hewan kurban juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kualitas ibadah. Momentum setelah Idul Adha menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial melalui sikap saling membantu dan berbagi kepada sesama.
Nilai pengorbanan yang diajarkan dalam ibadah kurban juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan toleransi, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis.
Kesimpulan, Idul Adha merupakan hari raya yang sangat penting bagi umat Muslim. Penyembelihan hewan kurban merupakan salah satu hal yang penting dalam ibadah kurban. Waktu penyembelihan hewan kurban dimulai setelah matahari terbit dan setelah umat Muslim selesai melaksanakan salat Id beserta khutbah singkat. Batas akhir penyembelihan hewan kurban berlangsung hingga matahari terbenam pada 13 Dzulhijjah atau hari Tasyrik ketiga.











