Pendidikan

SPMB Jawa Barat: Persaingan Jalur Prestasi dan Keluhan Masyarakat

×

SPMB Jawa Barat: Persaingan Jalur Prestasi dan Keluhan Masyarakat

Share this article
SPMB Jawa Barat: Persaingan Jalur Prestasi dan Keluhan Masyarakat
SPMB Jawa Barat: Persaingan Jalur Prestasi dan Keluhan Masyarakat

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Juli 2026 | Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat tahun 2026 telah usai, dan hasilnya menunjukkan persaingan yang ketat di jalur prestasi. Dari 10 nama teratas, nilai akhir komposit tertinggi tercatat 309,71 sedangkan peserta di peringkat 10 memperoleh nilai 299,6. Rata-rata nilai akhir dari sepuluh siswa peringkat teratas ini berada di angka 305,08, menunjukkan ketatnya persaingan pada jalur prestasi tahun ini.

Sementara itu, di SMA Pgri 31 Pangalengan, nilai minimal lolos jalur prestasi ke SMA Pgri 31 Pangalengan SPMB 2026 adalah 261,3. Rentang nilai akhir komposit kelompok ini berada di angka 261,3 sebagai nilai terendah yang tetap lolos, hingga 265,1 untuk posisi tertinggi pada daftar ini. Nilai rata-rata dari kesepuluh siswa ambang batas kelulusan ini tercatat sebesar 263,25.

Namun, tidak semua masyarakat puas dengan hasil SPMB. Di Kabupaten Lampung Timur, warga memprotes hasil SPMB dengan memblokir jalan menuju sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB telah mengacu pada regulasi yang berlaku dan tidak dapat memberikan perlakuan khusus kepada calon murid tertentu.

Di tempat lain, pedagang nasi goreng di Pasar Wongsorejo, Banyuwangi, kehilangan tabung gas 3kg serta terpal yang biasa digunakan berdagang. Tindak pencurian ini diduga terjadi akibat tidak adanya petugas khusus yang menjaga keamanan. Pedagang ini kini harus memutas otak bagaimana mencari pengganti atas kerugian yang diperkirakan mencapai 1 juta rupiah tersebut.

Kesimpulan, SPMB Jawa Barat tahun 2026 telah usai, dan hasilnya menunjukkan persaingan yang ketat di jalur prestasi. Namun, tidak semua masyarakat puas dengan hasil SPMB, dan beberapa kasus kehilangan barang berharga juga terjadi. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan pengawasan dan keamanan di sekolah dan pasar untuk mencegah kasus-kasus tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *