Pendidikan

Menteri PU Dody Hanggodo Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Masih Lambat

×

Menteri PU Dody Hanggodo Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Masih Lambat

Share this article
Menteri PU Dody Hanggodo Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Masih Lambat
Menteri PU Dody Hanggodo Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Masih Lambat

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 Mei 2026 | Pembangunan Sekolah Rakyat masih berjalan lambat dan belum sesuai dengan perkiraan sebelumnya. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengakui bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat masih berjalan lambat dan belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Menurut Dody, pemerintah menargetkan sekitar 93 gedung baru Sekolah Rakyat dapat mulai beroperasi pada Juli 2026. Namun, hingga saat ini proses pembangunan memang terus berjalan, namun kecepatannya belum sepenuhnya memenuhi target yang telah ditetapkan.

Dody mengatakan bahwa ia memperkirakan sebagian besar pembangunan gedung Sekolah Rakyat dapat diselesaikan sebelum memasuki tahun ajaran baru. Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa pejabat di Kementerian PU melakukan pekerjaan tidak terpuji, sehingga proyek Sekolah Rakyat menjadi setengah mangkrak.

Selain itu, Dody juga mengungkapkan bahwa ada kontrak pembangunan yang target penyelesaiannya justru melewati jadwal masuk tahun ajaran baru. Padahal Presiden Prabowo Subianto meminta sekolah rakyat sudah siap digunakan pada Juni 2026.

Dody mengaku harus mencopot beberapa orang karena hal tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa Kementerian PU telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan yang melibatkan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, serta seluruh pihak terkait dalam pelaksanaan pembangunan.

Tenaga teknis tambahan dari pusat juga telah diterjunkan ke sejumlah lokasi untuk memperkuat pengawasan dan percepatan pekerjaan konstruksi. Dody mencontohkan pada beberapa lokasi tertentu, dukungan tambahan seperti tenaga dari Zeni TNI AD dapat dilibatkan untuk membantu percepatan pekerjaan konstruksi dan penanganan kendala lapangan.

Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan. Dody mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat disiapkan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat.

Kesimpulan, pembangunan Sekolah Rakyat masih berjalan lambat dan belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Dody Hanggodo mengakui bahwa beberapa pejabat di Kementerian PU melakukan pekerjaan tidak terpuji, sehingga proyek Sekolah Rakyat menjadi setengah mangkrak. Namun, Dody berharap bahwa sebagian besar pembangunan gedung Sekolah Rakyat dapat diselesaikan sebelum memasuki tahun ajaran baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *