Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Juni 2026 | Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 tahap 1 melalui jalur domisili untuk SMA dan SMK telah resmi ditutup pada 12 Juni 2026 pukul 21.00 WIB. Dari total 213.066 pendaftar, sebanyak 54.056 calon murid baru diterima pada jalur tersebut.
Rinciannya, 40.786 calon murid diterima di SMA Negeri dan 13.270 calon murid diterima di SMK Negeri. Adapun jumlah pendaftar pada tahap ini mencapai 111.144 calon murid untuk SMA dan 101.922 calon murid untuk SMK.
Berdasarkan data yang dirilis, sebanyak 31.443 calon murid SMA dan 10.506 calon murid SMK diterima pada pilihan sekolah pertama yang mereka ajukan. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengucapkan selamat kepada para calon murid yang berhasil lolos melalui jalur domisili.
Ia berharap para murid dapat terus meningkatkan prestasi selama menempuh pendidikan di sekolah tujuan. Aries menjelaskan, seleksi jalur domisili tahun ini tidak lagi semata-mata berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah. Sistem seleksi mengutamakan nilai akhir yang merupakan gabungan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), kemudian mempertimbangkan jarak domisili, usia, serta waktu pendaftaran.
Menurutnya, calon murid yang belum berhasil lolos pada tahap pertama tidak perlu berkecil hati karena masih tersedia sejumlah jalur pada tahapan berikutnya. Calon murid yang belum diterima pada tahap pertama masih memiliki kesempatan mengikuti tahapan berikutnya, yaitu tahap 2 melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi.
Selain itu, juga terdapat tahap 3 dan tahap 4 melalui jalur prestasi nilai akademik untuk SMA maupun SMK. Dinas Pendidikan Jawa Timur juga mencatat masih terdapat pagu yang belum terpenuhi di 284 SMA Negeri dan 47 SMK Negeri. Kekurangan kuota tersebut nantinya akan diisi melalui mekanisme pemenuhan kuota yang dilaksanakan setelah tahap 3 untuk SMA dan setelah tahap 4 untuk SMK.
Dalam mekanisme tersebut, seleksi mengikuti ketentuan jalur prestasi nilai akademik. Calon murid dapat memilih tiga sekolah untuk SMA atau tiga konsentrasi keahlian untuk SMK. Peserta kemudian diperingkat berdasarkan nilai kemampuan akademik, jarak terdekat, rata-rata nilai TKA, rata-rata nilai rapor, serta waktu pendaftaran.
Untuk SMA, kuota afirmasi meliputi keluarga tidak mampu 13 persen, anak buruh dari keluarga tidak mampu lima persen, penyandang disabilitas 5 persen, serta afirmasi nilai akademik keluarga tidak mampu tujuh persen. Sementara itu, kuota afirmasi untuk SMK meliputi keluarga tidak mampu tujuh persen, anak buruh dari keluarga tidak mampu lima persen, dan penyandang disabilitas tiga persen.
Jalur mutasi terdiri atas mutasi anak guru dan tenaga kependidikan dua persen serta mutasi tugas orang tua atau wali tiga persen. Adapun jalur prestasi hasil lomba terbagi menjadi prestasi nonakademik tiga persen dan prestasi akademik dua persen.
Kesimpulan, pendaftaran SPMB Jatim 2026 tahap 1 telah ditutup dan sebanyak 54.056 calon murid diterima melalui jalur domisili. Calon murid yang belum diterima pada tahap pertama masih memiliki kesempatan mengikuti tahapan berikutnya. Dinas Pendidikan Jawa Timur akan membuka pendaftaran tahap kedua pada 17-18 Juni 2026 melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi.







