Pendidikan

Hari Anak Nasional: Pemerintah dan Masyarakat Bersatu untuk Lindungi dan Wujudkan Generasi Tangguh

×

Hari Anak Nasional: Pemerintah dan Masyarakat Bersatu untuk Lindungi dan Wujudkan Generasi Tangguh

Share this article
Hari Anak Nasional: Pemerintah dan Masyarakat Bersatu untuk Lindungi dan Wujudkan Generasi Tangguh
Hari Anak Nasional: Pemerintah dan Masyarakat Bersatu untuk Lindungi dan Wujudkan Generasi Tangguh

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 Juli 2026 | Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli merupakan momentum penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersatu dalam melindungi dan mewujudkan generasi tangguh. Tahun ini, peringatan Hari Anak Nasional mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Tema ini menekankan pentingnya memenuhi hak-hak anak, termasuk hak untuk bermain, belajar, dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung.

Di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar berbagai kegiatan dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional. Kegiatan tersebut antara lain menggambar dan mewarnai di LRT Jakarta Pegangsaan 2, serta permainan tradisional dan perlombaan Bermain Gembira di Balai Kota Jakarta. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk membawa keceriaan bagi anak-anak dan mempromosikan pentingnya memenuhi hak-hak anak.

Selain itu, di Bogor, diselenggarakan acara Bogor EduFest yang menawarkan berbagai pengalaman edukatif dan interaktif untuk anak-anak. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat 24 Juli hingga Minggu 26 Juli 2026, dan menjadi perpanjangan tangan dari semangat Hari Anak Nasional. Di sini, anak-anak bisa bebas mengeksplorasi bakat dan minat mereka melalui beragam workshop dan perlombaan.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Iwan Koswara, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan peringatan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat perlindungan anak, khususnya melalui pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah maupun ruang digital. Iwan menekankan bahwa bullying masih menjadi salah satu persoalan yang mengancam tumbuh kembang anak dan dapat memengaruhi kesehatan mental, rasa percaya diri, hingga prestasi belajar korban.

Dalam rangka Hari Anak Nasional, Al Ghazali juga membagikan potret mungil Soleil, yang memperlihatkan tangan dan kaki mungilnya. Sementara itu, Veronika Reni, nasabah PNM Mekaar pertama di Kampung Wae Moto, membagikan kisah tentang bagaimana ia tidak pernah menyerah dalam memberikan yang terbaik untuk anaknya, Citra. Veronika bergabung dengan PNM Mekaar pada 2020 dan sejak itu ia terus berusaha untuk memberikan pendidikan yang layak bagi Citra.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan tidak hanya diukur dari seberapa besar usaha nasabah berkembang, tetapi juga dari kesempatan yang dimiliki anak-anak mereka untuk meraih pendidikan yang layak. Ia menyatakan bahwa PNM percaya setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam peringatan Hari Anak Nasional ini, kita diingatkan akan pentingnya memenuhi hak-hak anak dan melindungi mereka dari berbagai bentuk kekerasan. Kita juga diingatkan bahwa pendidikan adalah kunci untuk mewujudkan generasi tangguh dan membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, mari kita bersatu untuk melindungi dan mewujudkan generasi tangguh, serta memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih pendidikan yang layak dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *