Pendidikan

Rektor dan Pendidikan: Dua Kasus yang Mengguncang Dunia Perguruan Tinggi

×

Rektor dan Pendidikan: Dua Kasus yang Mengguncang Dunia Perguruan Tinggi

Share this article
Rektor dan Pendidikan: Dua Kasus yang Mengguncang Dunia Perguruan Tinggi
Rektor dan Pendidikan: Dua Kasus yang Mengguncang Dunia Perguruan Tinggi

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 16 Agustus 2026 | Dunia pendidikan tinggi di Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan besar. Dua kasus yang baru-baru ini terjadi telah mengguncang dunia perguruan tinggi, yaitu kasus dugaan pelecehan 11 mahasiswa di Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (UNUGO) dan kasus pemberhentian mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang diduga melecehkan calon mahasiswa baru.

Kasus pertama terjadi di UNUGO, di mana 11 mahasiswa dilaporkan menjadi korban pelecehan oleh seorang rektor. Kasus ini telah ditangani oleh Polda Gorontalo, namun sayangnya penyidikan kasus ini telah dihentikan. Pendamping korban, Jejak Puan Gorontalo, mengaku kecewa dengan keputusan ini dan telah mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Gorontalo untuk menguji penghentian penyidikan tersebut.

Sementara itu, di Unhas, seorang mahasiswa Fakultas Kehutanan yang diduga melecehkan calon mahasiswa baru telah diberhentikan tidak dengan hormat oleh pihak universitas. Kasus ini terjadi setelah mahasiswa tersebut menjalin komunikasi melalui WhatsApp dengan calon mahasiswa baru dan menyampaikan pesan yang mengandung unsur pelecehan seksual secara verbal.

Kedua kasus ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan dan kenyamanan mahasiswa di kampus. Rektor Universitas Katolik Santo Thomas, Prof. Dr. Maidin Gultom, S.H., M.Hum., dalam acara wisuda Universitas Katolik Santo Thomas, mengatakan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, namun justru menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.

Di sisi lain, PT Bank Tabungan Negara (BTN) telah memperluas dukungan untuk ekosistem transaksi di lingkungan perguruan tinggi melalui penerbitan sekitar 9.800 Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Co-Branding bersama Universitas Sumatera Utara (USU). KTM Co-Branding USU-BTN mengintegrasikan fungsi identitas mahasiswa dengan akses layanan perbankan BTN.

Seminar National Multiplication Training (NMT) 2026 yang diselenggarakan oleh Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang juga telah dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan pemimpin perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan. Rektor SCU, Ir Robertus Setiawan Aji Nugroho ST MComp IT PhD, menilai bahwa forum ini penting untuk memperkuat kapasitas pemimpin perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan.

Kesimpulan dari kedua kasus ini adalah bahwa dunia pendidikan tinggi di Indonesia masih memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun, dengan adanya upaya-upaya seperti penerbitan KTM Co-Branding dan seminar NMT, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemimpin perguruan tinggi dan mahasiswa dalam menghadapi tantangan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *