HUKUM

Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki BBM di Sumsel

×

Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki BBM di Sumsel

Share this article
Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki BBM di Sumsel
Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki BBM di Sumsel

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 08 Mei 2026 | Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Dalam kejadian itu, 16 orang tewas.

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Maesa Soegriwo mengatakan pihaknya bersama Polres Muratara masih mendalami penyebab pasti dari kecelakaan tersebut. "Dari kemarin kami sudah melaksanakan kegiatan olah TKP bersama tim gabungan Dirlantas Polda Sumsel dan Satlantas Polres Muratara. Kemudian kami lanjutkan hari ini dari pukul 09.00 WIB sampai sekarang dan memang belum selesai (penyelidikan) karena kamu harus benar-benar secara detail untuk bagaimana nanti penyabab kecelakaan tersebut," katanya.

Maesa mengatakan pihaknya sudah mendapatkan keterangan dari kernek Bus ALS yang selamat yakni Fadli. "Yang bersangkutan menyampaikan kepada kami bahwa sopir (Bus ALS) tersebut menghindari lubang kemudian terjadi tabrakan. Namun yang jelas kita harus menguatkan keterangan dari kernet tersebut, mangkannya kami datangkan tim TAA dan Labfor," jelasnya.

Maesa juga membeberkan sopir Bus ALS tersebut berangkat dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu yang menyopir bus adalah Maleh. "Saat itu Maleh mengambil penumpang di Semarang dan Tegal. kemudian senin (4/5/2026) bus sampai di Lampung dan berganti sopir atas nama Alif pukul 00.00 WIB. Mungkin dia istirahat beberapa jam kemudian lanjut perjalanan hingga akhirnya kejadian kecelakaan. Bisa jadi sopirnya atas nama Alif kelelahan. Tapi ini harus kami perkuat dengan bukti-bukti yang lain," jelasnya.

Selain itu, Maesa juga mengatakan pihaknya mengecek kondisi jalan yang berlubang sepanjang 100 meter dari TKP kecelakaan. "Kami juga sudah hitung kedalamannya itu sekitar 2 cm, itu bisa jadi penyebab kecelakaan yang disampaikan dari kernek tadi. Namun yang jelas kita harus menguatkan tadi berapa kecepatan kedua kendaraan itu. Kemudian nanti akan dilihat serpihan hingga bekas rem dari dua kendaraan tersebut," ungkapnya.

Dari keterangan warga sekitar, Maesa mengatakan tidak ada kendaraan lain yang berada di depan bus ataupun truk tersebut. Terkait dugaan kurangnya alat bantu di dalam Bus ALS tersebut, Maesa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. "Terkait dugaan kelalaian bus, tadi sudah saya tanyakan harusnya di bus itu ada kapak untuk memecahkan kaca, saya tanyakan sama kerneknya itu sudah ada. Jadi memang kami harus mengumpulkan keterangan sebanyak mungkin maka dari pihak bus nya itu yang kelalaian dan sebagainya," ujarnya.

Maesa mengatakan nantinya pihak Korlantas Mabes Polri akan datang ke TKP untuk melakukan pengecekan lebih lanjut. "Nanti dari Korlantas Mabes Polri datang untuk mengecek. Nanti kami sandingkan hasil secara detail progres kecelakaan ini dengan Korlantas," ujarnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu’min Wijaya yang mengatakan hingga kini tim analisa kecelakaan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Nanti akan disampaikan hasil penyelidikan dan olah TKP dari tim analisa kecelakaan Polda Sumsel. Saat ini semuanya masih dalam proses penyelidikan," ujarnya.

Nandang menegaskan, polisi belum dapat menyimpulkan berbagai dugaan penyebab kecelakaan, termasuk informasi terkait kendaraan yang membawa bahan bakar minyak (BBM). "Apakah benar atau tidaknya itu nanti di dalam hasil penyelidikan ini, hasil olah TKPnya juga," katanya.

Polisi juga tidak menutup kemungkinan akan segera memanggil pihak PO bus dan pihak perusahaan truk tangki untuk diperiksa atau memberikan keterangan terkait kejadian ini. "Ya nanti kita lihat lah (perusahaan kendaraan yang terlibat kecelakaan) itu kan dalam penyelidikannya. Ini kan masih dalam proses semua teman-teman, mohon sabar ya jadi masih dalam proses penyelidikan maupun penyidikan," jelasnya.

Kasus kecelakaan bus ALS vs truk tangki BBM terbakar tewaskan 16 orang di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel terus diusut polisi. Polisi juga akan memeriksa pihak perusahaan kedua kendaraan yang terlibat laka maut tersebut.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya mengatakan hingga kini tim gabungan Polres Muratara dan Polda Sumsel masih terus melakukan penyelidikan dan masyarakat diminta bersabar menanti informasi lebih lanjut. "Ini masih dalam proses semua ya, mohon bersabar, masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan," kata Nandang.

Polisi telah melakukan olah TKP di Jalinsum Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan (Sumsel). Di lokasi kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM yang menyebabkan 16 orang tewas itu, polisi menemukan sejumlah barang di dalam bus.

Kombes Nandang, mengatakan dalam proses olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang yang menjadi perhatian penyidik. Adapun barang tersebut yakni tabung gas, kursi dan dipan kayu, alat mesin motor, buah jeruk bali berserakan, satu motor bebek di dalam kabin bus dan satu motor Suzuki Thunder yang diduga terlempar dari bagasi atas akibat benturan dan ledakan.

"Temuan tersebut mengindikasikan adanya barang bawaan di luar ketentuan angkutan penumpang umum dan saat ini menjadi salah satu fokus pendalaman penyidikan. Kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti dalam kondisi hangus terbakar dengan total kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 500 juta," katanya.

Selain itu, polisi juga melakukan pendalaman terkait kondisi jalan yang diduga memiliki lubang dan menjadi faktor pemicu awal kecelakaan. "Fakta adanya lubang di jalur Lintas Sumatera yang diduga menjadi faktor pemicu kecelakaan akan kami telusuri secara serius bersama pihak terkait. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian bersama," jelasnya.

"Polda Sumsel memastikan seluruh perkembangan penanganan kecelakaan maut ini akan terus disampaikan kepada publik secara berkala dan transparan," sambungnya.

Kesimpulan, kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan masih dalam proses penyelidikan. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan dan memeriksa pihak perusahaan kedua kendaraan yang terlibat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *