Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 April 2026 | Timika, 26 April 2026 – Pada Minggu pagi, Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) berhasil menangkap seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Pelaku, berinisial TJ dan juga dikenal dengan nama K atau AW, ditangkap di wilayah SP 2 Kabupaten Mimika, Papua Tengah, setelah melakukan upaya pelarian ke arah hutan.
Identitas lengkap pelaku terungkap sebagai Tendison Yigibalom, alias Kendison atau Adik Walo. TJ sebelumnya tercatat dalam DPO dengan Surat Nomor DPO/S-34/01/II/2026/Reskrim karena terlibat dalam penembakan warga sipil bernama Ahmad Gunawan pada 12 Februari 2026. Insiden penembakan terjadi di pertigaan Puskesmas Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Menurut pernyataan Irjen Pol Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, penangkapan ini merupakan bukti nyata komitmen aparat dalam menegakkan hukum dan melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan bersenjata. “Penangkapan anggota KKB DPO ini menunjukkan keseriusan kami dalam menjaga keamanan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat. Setiap pelaku tindak kekerasan akan diproses secara profesional sesuai hukum yang berlaku,” ujar Irjen Faizal.
Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, menjelaskan bahwa proses penangkapan berlangsung secara terukur setelah tim melakukan pemantauan intensif di lapangan. Tim berhasil mengidentifikasi keberadaan TJ di area SP 2 Timika pada pukul 10.56 WIT, ketika pelaku mencoba melarikan diri dengan berlari ke hutan. Dalam proses pengejaran, petugas terpaksa menembak bagian kaki kiri pelaku untuk menghentikan upaya pelarian.
Setelah penangkapan, TJ dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Timika untuk mendapatkan penanganan medis. Selama pemeriksaan, pelaku mengakui perannya dalam penembakan Ahmad Gunawan dan menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan atas perintah kelompoknya. Ia juga mengungkapkan bahwa selama dua bulan terakhir ia berpindah-pindah wilayah, mulai dari Puncak Jaya, Beoga, Intan Jaya, hingga Mimika, untuk menghindari pengejaran aparat serta mencari tambahan senjata dan amunisi.
Brigjen Pol Faisal Ramadhani, Kepala Operasi, menegaskan bahwa penindakan tegas tetap dilakukan secara proporsional. “Kami tidak menutup kemungkinan tindakan keras diperlukan bila pelaku melawan, namun semua tindakan tetap mengacu pada prinsip hukum dan hak asasi manusia,” kata Faisal.
Penangkapan ini juga mendapat sorotan dari masyarakat setempat. Kombes Adarma Sinaga, Wakil Kepala Operasi, mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. “Peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Kami mengajak seluruh warga untuk memberikan informasi akurat kepada aparat,” ujarnya.
Kasus penembakan Ahmad Gunawan menjadi sorotan utama karena menandai peningkatan aksi kekerasan bersenjata di wilayah Papua. Ahmad, seorang warga asal Maros, Sulawesi Selatan, tewas di tempat kejadian setelah ditembak oleh kelompok KKB yang dipimpin oleh Ternus Enumbi. Penembakan tersebut menimbulkan keprihatinan luas dan memicu penegakan hukum yang lebih ketat.
Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menstabilkan keamanan di Papua. Penangkapan pelaku DPO diharapkan menjadi efek jera bagi kelompok KKB lainnya dan memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat.
Dengan proses hukum yang telah dimulai, TJ akan menjalani pemeriksaan lanjutan oleh tim penyidik dan akan diajukan ke pengadilan sesuai dengan peraturan perundang‑undangan yang berlaku.











