HUKUM

Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Semakin Memburuk, KPK Bidik Aset Keluarga

×

Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Semakin Memburuk, KPK Bidik Aset Keluarga

Share this article
Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Semakin Memburuk, KPK Bidik Aset Keluarga
Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Semakin Memburuk, KPK Bidik Aset Keluarga

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 03 Juni 2026 | Kasus korupsi yang melibatkan Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq semakin memburuk. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah menelusuri aset-aset milik keluarga Fadia Arafiq. Bahkan, KPK telah melakukan pemblokiran rekening milik keluarga Fadia.

Menurut Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein, KPK melakukan penelusuran aset-aset milik Fadia dan keluarganya, termasuk rekening dan aset bergerak tidak bergerak. Taufik juga memastikan bahwa akan ada tersangka baru dalam perkara ini.

Fadia Arafiq diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan barang dan jasa outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan. Ia diduga mendirikan perusahaan keluarga PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) dan memerintahkan perangkat daerah untuk memenangkan perusahaannya dalam pengadaan tender jasa outsourcing.

KPK juga menyebutkan bahwa perusahaan keluarga Fadia mendapat Rp 46 miliar sejak 2023 hingga 2026, yang kemudian dibagi-bagikan kepada keluarga Fadia. Suami Fadia, Ashraff, dan anak-anak Fadia juga menerima aliran uang dalam kasus ini.

KPK telah menetapkan Fadia Arafiq sebagai tersangka dan menahannya. Ia dijerat Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Dalam penelusuran aset, KPK telah menyita mobil dari sejumlah pihak di rumah dinas Fadia Arafiq hingga Cibubur. Perinciannya adalah Wuling Air EV, Mitsubishi Xpander, Toyota Camry, Toyota Fortuner, dan Toyota Vellfire.

Kasus korupsi ini masih dalam proses penyelidikan dan penuntutan. KPK berharap dapat mengungkapkan kebenaran dan meminta pertanggungjawaban pidana kepada para tersangka.

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa korupsi masih menjadi masalah serius di Indonesia. KPK harus terus berupaya untuk memberantas korupsi dan meminta pertanggungjawaban pidana kepada para pelaku korupsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *