Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 Mei 2026 | Kasus penyerangan terhadap aktivis Andrie Yunus masih menjadi perhatian masyarakat luas. Penyerangan yang menggunakan zat asam kuat tersebut telah menyebabkan Andrie mengalami luka parah dan menjalani serangkaian prosedur medis yang panjang.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mendesak pemerintah dan DPR segera membuat undang-undang khusus untuk memperketat distribusi bahan kimia berbahaya secara bebas. Usman juga mengkritik peradilan militer dalam kasus penyerangan Andrie Yunus karena dianggap memberikan impunitas bagi pelaku.
Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan perlindungan bagi aktivis dan masyarakat sipil. Banyak pihak menilai tindakan ini sebagai percobaan pembunuhan, serupa dengan kritik yang pernah dilontarkan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, dalam kasus serupa yang menimpanya.
Andrie Yunus sendiri masih menjalani proses pemulihan dan telah menjalani beberapa operasi untuk memulihkan penglihatannya yang terdampak parah akibat zat kimia tersebut. Keluarga Andrie bahkan berencana melibatkan ahli mata dari India untuk membantu proses pemulihan.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi aktivis dan masyarakat sipil yang berjuang untuk keadilan dan hak asasi manusia. Pemerintah dan lembaga terkait harus segera mengambil tindakan untuk memperketat keamanan dan perlindungan bagi mereka yang berjuang untuk keadilan.
Kesimpulan, kasus penyerangan Andrie Yunus merupakan contoh nyata tentang pentingnya perlindungan bagi aktivis dan masyarakat sipil. Pemerintah dan lembaga terkait harus segera mengambil tindakan untuk memperketat keamanan dan perlindungan bagi mereka yang berjuang untuk keadilan.









