Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini melakukan kunjungan ke Nganjuk, Jawa Timur, untuk meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah. Dalam acara tersebut, Prabowo menyapa jajaran menteri yang hadir, termasuk Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat.
Prabowo memulai pidatonya dengan melakukan absensi terhadap jajaran Kabinet Merah Putih yang hadir. Namun, suasana formal tersebut berubah menjadi penuh gelak tawa saat Prabowo menyapa Jumhur Hidayat. Prabowo melontarkan kelakar mengenai rekam jejak Jumhur yang dahulu merupakan aktivis yang kerap berurusan dengan hukum demi memperjuangkan hak buruh.
"Menteri Lingkungan Hidup yang sekaligus adalah Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Saudara Jumhur Hidayat—kok nggak pakai kaos buruh ya? Kapan terakhir masuk penjara? Bolak-balik masuk penjara, sekarang jadi menteri. Kita nggak tahu suatu saat dia di atas podium (kepresidenan), kita nggak tahu," ujar Prabowo disambut tawa hadirin.
Sebelum menjadi Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat dikenal sebagai tokoh aktivis buruh yang vokal. Ia pernah memimpin aksi penolakan terhadap kunjungan Menteri Dalam Negeri saat itu, Rudini, ke kampus ITB pada 5 Agustus 1989. Aksi tersebut berujung pada penangkapan dirinya oleh aparat pada masa Orde Baru. Jumhur bahkan dipecat dari kampus dan divonis tiga tahun penjara. Ia sempat ditahan di Lapas Nusakambangan sebelum dipindahkan ke Lapas Sukamiskin hingga bebas pada 1992.
Jumhur Hidayat resmi dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup Kabinet Merah Putih sejak 27 April 2026 lalu. Ia menggantikan Hanif Faisol sebagai menteri yang bertanggung jawab atas lingkungan hidup di Indonesia. Dalam sumpah jabatannya, Jumhur bersama pejabat lain berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi konstitusi dan etika jabatan.
Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, menjadi momentum penting bagi Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Ia hadir bersama dengan Presiden Prabowo Subianto dan beberapa pejabat tinggi lainnya. Acara tersebut juga dihadiri oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus inisiator pembangunan museum, Andi Gani Nena Wea, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Menko Polkam Djamari Chaniago, Ketua MPR Ahmad Muzani, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Seskab Teddy Indra Wijaya, hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Kesimpulan dari peristiwa tersebut adalah bahwa Jumhur Hidayat telah menempuh jalan panjang dalam perjuangannya sebagai aktivis buruh hingga akhirnya menjadi Menteri Lingkungan Hidup. Ia telah membuktikan bahwa perjuangan dan dedikasi dapat membawa seseorang pada posisi yang lebih tinggi. Namun, perlu diingat bahwa menjadi menteri bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tantangan baru dalam memajukan lingkungan hidup di Indonesia.











