Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan kinerja positif dan sukses merebut kembali level psikologis 6.000 pada penutupan perdagangan Senin (13/7/2026). Aksi beli masif ini dipicu oleh sentimen positif global setelah lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings, mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.
Namun, penguatan pasar tersebut belum mampu mengangkat kinerja saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) yang justru mengalami koreksi tajam. Saham perusahaan yang dikendalikan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu ditutup melemah 10,53% ke level Rp204 per saham.
Meskipun demikian, saham RANS masih menarik untuk dilirik, terutama bagi mereka yang ingin melakukan scalping. Saham ini masih berada dalam fase price discovery pasca IPO, sehingga memiliki volatilitas yang tinggi dan pergerakan harga yang cepat.
Strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price). Strategi ini digunakan dengan tujuan untuk mengurangi risiko dan meningkatkan keuntungan.
Dalam beberapa hari awal perdagangan, saham RANS telah menunjukkan volatilitas yang tinggi, dengan pergerakan harga yang cepat. Hal ini membuat saham ini menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi mereka yang ingin melakukan scalping.
Namun, perlu diingat bahwa scalping memiliki risiko yang tinggi, terutama jika tidak dilakukan dengan strategi yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisi pasar dan melakukan analisis yang cermat sebelum melakukan transaksi.
Di tengah penguatan IHSG, saham RANS menjadi salah satu emiten dengan tekanan jual terbesar. Namun, aktivitas perdagangan saham RANS tetap sangat tinggi, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp820,6 miliar.
IHSG bergerak fluktuatif di rentang support 5.898,15 hingga menyentuh resistance tertinggi pada penutupan di 6.037,84. Pagi harinya, IHSG dibuka di level 5.934,72, menguat tipis dari penutupan akhir pekan lalu di posisi 5.924,36.
Secara sektoral, mayoritas indeks sektor saham kompak menghijau. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh sektor barang baku yang melonjak 2,96 persen, disusul sektor energi naik 2,66 persen, dan sektor perindustrian melesat 2,44 persen.
Sebaliknya, hanya ada dua sektor yang terjebak di zona merah, yakni sektor kesehatan yang melemah 0,26 persen dan sektor primer (konsumer primer) yang turun tipis 0,05 persen.
Kesimpulan, saham RANS menjadi sorotan di tengah penguatan IHSG. Meskipun mengalami koreksi tajam, saham ini masih menarik untuk dilirik, terutama bagi mereka yang ingin melakukan scalping. Namun, perlu diingat bahwa scalping memiliki risiko yang tinggi, terutama jika tidak dilakukan dengan strategi yang tepat.











