Ekonomi

Konglomerat Prajogo – Boy Tohir Pasang Badan di Rights Issue SINI Rp 3,6 Triliun

×

Konglomerat Prajogo – Boy Tohir Pasang Badan di Rights Issue SINI Rp 3,6 Triliun

Share this article
Konglomerat Prajogo – Boy Tohir Pasang Badan di Rights Issue SINI Rp 3,6 Triliun
Konglomerat Prajogo – Boy Tohir Pasang Badan di Rights Issue SINI Rp 3,6 Triliun

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Juli 2026 | Dua konglomerat RI, Prajogo Pangestu dan Boy Thohir, pasang badan di right issue atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) emiten PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Perusahaan batu bara milik Happy Hapsoro itu berencana rights issue maksimal Rp 3,60 triliun.

Dalam rencana aksinya, manajemen SINI menyatakan akan menerbitkan sebanyak 721,5 juta saham baru. Adapun harga pelaksanaan diperkirakan akan dieksekusi di harga Rp 5.000 per saham. Prajogo Pangestu melalui anak usahanya PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi pihak yang mengambil porsi terbesar.

Sementara perusahaan yang terafiliasi dengan Boy Thohir juga ikut menyerap aksi rights issue itu. Berdasarkan prospektus perusahaan, PTRO ditunjuk sebagai pembeli siaga atau standby buyer. Lalu PT Henan Putihrai Sekuritas (HPS) dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) bertindak sebagai pembeli siaga lainnya.

Adapun pemegang saham utama PT Autum Prima Indonesia (API), yang menguasai 30% saham SINI, hanya akan melaksanakan 60 juta HMETD dengan nilai pelaksanaan sekitar Rp 300 miliar. Sementara itu, API mengalihkan 8,20 juta HMETD senilai Rp 41,02 miliar kepada PT Deli Indonesia Raya (DIR), sebanyak 48,5 juta HMETD senilai Rp 242,5 miliar kepada HPS, hingga 39,5 juta HMETD senilai Rp 197,5 miliar kepada TRIM.

Pemegang saham lainnya, Batubara Development Pte. Ltd. (BBD), memilih tidak menggunakan seluruh haknya dan mengalihkan 90 juta HMETD senilai Rp 450 miliar kepada Ever Grace International Trading Limited serta 21,795 juta HMETD senilai Rp 108,98 miliar kepada DIR.

Di sisi lain, Happy Hapsoro juga tidak melaksanakan HMETD miliknya dan mengalihkan seluruh 9 juta HMETD senilai Rp 45 miliar kepada TRIM. Selain itu, PT Kreasi Jasa Persada (KJP) yang kini memiliki 19,74% saham SINI, mengalihkan seluruh haknya sebanyak 142,41 juta HMETD senilai Rp 712,05 miliar kepada PT Petrosea Tbk (PTRO).

Tak hanya itu, PTRO juga berkomitmen membeli sisa saham baru yang tidak terserap dalam rights issue hingga maksimal 116,18 juta saham atau senilai Rp 580,9 miliar. Dengan demikian, total komitmen PTRO dalam aksi korporasi ini mencapai sebanyak 260,41 juta saham baru dengan nilai pelaksanaan sekitar Rp 1,3 triliun.

Sementara itu, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) akan melaksanakan seluruh HMETD yang dialihkan oleh PT Autum Prima Indonesia (API) dan Hapsoro. Selain itu, TRIM juga siap bertindak sebagai pembeli siaga dengan menyerap hingga 20,996 juta saham baru senilai Rp 104,98 miliar. TRIM berpotensi memperoleh hingga 69,496 juta saham baru.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatannya pada perdagangan saham. IHSG hari ini akan menguji 6.083-6.203. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melanjutkan kenaikan 1,19%, ke 5.986, dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat. Penguatan IHSG pun mampu menembus moving average (MA) 20 harian.

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Petrosea Tbk (PTRO) juga menjadi pilihan saham untuk hari ini.

Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat beberapa perusahaan pertambangan yang terdaftar, termasuk sektor energi serta jasa dan pendukung pertambangan. Sektor ini memainkan peran penting dalam menyokong stabilitas ekonomi nasional melalui kontribusi pendapatan negara.

Berbagai komoditas, mulai dari batu bara, mineral logam, hingga energi fosil dikelola oleh perusahaan-perusahaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun pasar ekspor.

Pergerakan saham di sektor pertambangan ini juga kerap menjadi perhatian dalam menilai prospek pasar modal.

Kesimpulan, konglomerat Prajogo dan Boy Thohir berinvestasi besar-besaran di perusahaan batu bara PT Singaraja Putra Tbk (SINI) melalui aksi rights issue senilai Rp 3,6 triliun. Sementara itu, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatannya pada perdagangan saham hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *