Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lebih dari 3% pada penutupan perdagangan, Selasa (30/6/2026). Indeks saham ini berada pada level 5.600-an. Pelemahan IHSG juga dipicu oleh berlanjutnya kejatuhan saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Saham BBNI melemah 3,07% ke harga Rp 3.160 per saham. Sementara itu, kenaikan pesat melanda saham RSCH sebanyak 22,88% menjadi Rp 376, DEPO mengaut 19,81% menjadi Rp 254, dan ASPI naik 16,11% menjadi Rp 422.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menjalankan transformasi yang diarahkan untuk memperkuat kinerja dan daya saing perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan baru. BNI terus mengembangkan wondr by BNI sebagai platform layanan digital ritel. Hingga akhir 2025, platform tersebut telah digunakan oleh lebih dari 12 juta nasabah.
Kinerja perbankan nasional diperkirakan menunjukkan perbaikan pada semester I-2026. Berdasarkan realisasi hingga Mei 2026, bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berpeluang mencatat pertumbuhan laba dan kredit yang lebih tinggi dibandingkan bank swasta terbesar di Indonesia.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan laba tertinggi di antara bank-bank besar, yakni sebesar 18,64% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 23,31 triliun. Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan laba Rp 20,42 triliun atau meningkat 9,52% yoy, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) meraih laba Rp 9,05 triliun atau tumbuh 7,06% yoy.
Kesimpulan, IHSG melemah 3% di tengah pelemahan saham big cap. Saham BBNI melemah 3,07% ke harga Rp 3.160 per saham. BNI menjalankan transformasi untuk memperkuat kinerja dan daya saing perseroan. Kinerja perbankan nasional diperkirakan menunjukkan perbaikan pada semester I-2026.











