Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah. Pagi ini, rupiah telah menembus level Rp 17.500 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini dipengaruhi oleh dinamika global, seperti konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memicu lonjakan harga minyak dunia, serta kenaikan suku bunga AS.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan pemerintah waspada terhadap dampak pelemahan rupiah ke harga komoditas pangan impor. Ia mengatakan pemerintah akan turun tangan memberikan subsidi jika pelemahan mata uang Garuda memicu harga pangan impor melampaui harga eceran tertinggi (HET) maupun harga acuan penjualan (HAP).
Pemerintah memiliki anggaran untuk kondisi tidak terduga dan akan digunakan untuk menyubsidi pangan impor jika diperlukan. Menteri Zulkifli juga meminta pemerintah daerah ikut serta mengendalikan harga pangan di daerahnya masing-masing.
Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi dinamika global. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan tekanan terhadap rupiah meningkat akibat konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung dengan intensitas yang semakin tinggi.
Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia sekaligus meningkatkan ketidakpastian global. Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede mengimbau bagi para pelaku usaha atau masyarakat untuk mengelola ekspektasi terhadap kurs rupiah terhadap dolar AS.
Rupiah ditutup menguat tipis ke Rp17.475,5 per dolar AS, naik 53 poin atau 0,30 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat, seperti Bath Thailand, Ringgit Malaysia, Rupee India, Pesso Filipina, dan Dolar Taiwan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa rupiah masih memiliki potensi untuk menguat, namun tetap perlu diwaspadai dampak pelemahan rupiah terhadap harga pangan impor.
Dalam beberapa hari terakhir, rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kenaikan suku bunga AS dan lonjakan harga minyak dunia. Pemerintah dan BI terus memantau situasi dan siap mengambil langkah-langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Kesimpulan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS memiliki dampak signifikan terhadap harga pangan impor. Pemerintah dan BI terus memantau situasi dan siap mengambil langkah-langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi. Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tidak panik terhadap pelemahan rupiah.











