Ekonomi

PLN Tender Proyek PLTS Mentari Nusantara 1,22 GW, Beroperasi 2029

×

PLN Tender Proyek PLTS Mentari Nusantara 1,22 GW, Beroperasi 2029

Share this article
PLN Tender Proyek PLTS Mentari Nusantara 1,22 GW, Beroperasi 2029
PLN Tender Proyek PLTS Mentari Nusantara 1,22 GW, Beroperasi 2029

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Mei 2026 | Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) berpotensi menjadi momentum positif bagi industri panel surya nasional. Namun, hambatan lahan, regulasi, hingga kapasitas industri masih membayangi implementasi proyek.

Pemerintah terus menggaungkan percepatan pengembangan PLTS 100 GW sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS 100 GW dapat diselesaikan dalam 3 tahun.

Terbaru, dalam KTT Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East Asean Growth Area (BIMP-EAGA), Prabowo mengatakan, Indonesia saat ini tengah mendorong percepatan pembangunan energi surya di tengah besarnya potensi energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki kawasan Asia Tenggara.

Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Trois Dilisusendi menjelaskan, target pengembangan PLTS 100 GW dibagi ke dalam beberapa kelompok permintaan listrik, baik yang sudah masuk dalam perencanaan PLN maupun penciptaan permintaan baru di luar sistem yang sudah ada.

Secara terperinci, sebesar 30,5 gigawatt akan berasal dari pembangunan PLTS yang telah tercantum dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL). Di luar proyek PLN, pemerintah juga mengidentifikasi potensi pengembangan PLTS melalui skema non-PLN sekitar 5,56 GW.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Eko S. A. Cahyanto mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan rantai industri yang berkaitan dengan PLTS seperti pasir silika atau pasir kuarsa yang dapat diolah menjadi polysilicon, wafer, solar cell, hingga modul panel surya.

Indonesia saat ini telah memiliki 34 pabrikan modul surya dengan total kapasitas terpasang mencapai 10.944 megawatt peak (MWp). Industri domestik juga telah mampu memproduksi modul surya hingga 720 watt peak dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) rata-rata 40%—55%.

PLN tender proyek PLTS Mentari Nusantara 1,22 GW yang ditargetkan beroperasi pada 2029. Dalam proyek ini, PLN berencana membangun pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 1,22 GW di beberapa lokasi di Indonesia.

Kesiapan industri panel surya RI menjadi kunci untuk menangkap peluang proyek PLTS 100 GW. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Implementasi proyek PLTS 100 GW ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemerintah dan industri harus bekerja sama untuk mendukung percepatan pengembangan PLTS di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah membuat kemajuan signifikan dalam pengembangan energi surya. Namun, masih banyak tantangan yang harus diatasi untuk mencapai target PLTS 100 GW.

Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang efektif antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mendukung percepatan pengembangan PLTS di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *