Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Mei 2026 | Pemerintah khawatir peternak rugi karena harga telur terlalu murah. Menko Pangan Zulkifli Hasan meminta Badan Gizi Nasional meningkatkan penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis di Indonesia. Langkah ini diambil karena harga telur di Pasar Palmerah turun di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang merugikan pendapatan peternak lokal.
Peningkatan pembelian telur oleh pemerintah bertujuan menjaga stabilitas harga serta melindungi kesejahteraan peternak dari kerugian biaya produksi. Zulkifli Hasan meminta Badan Gizi Nasional memperbesar penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menjaga harga telur tetap seimbang dan melindungi peternak dari kerugian.
Harga telur yang agak terlalu murah membuat pemerintah harus menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen agar harga tidak terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Jika harga terlalu murah, peternak bisa merugi. Sebaliknya, jika terlalu mahal, daya beli masyarakat akan tertekan.
Menurut Zulkifli Hasan, tekanan di tingkat peternak saat ini cukup berat karena harga jual telur turun, sementara biaya produksi justru naik akibat mahalnya jagung pakan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah mendorong BGN meningkatkan pembelian telur dalam jumlah besar melalui MBG agar permintaan naik dan harga di tingkat peternak kembali terdorong.
Dalam upaya meningkatkan penyerapan telur, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas harga dan melindungi kesejahteraan peternak. Dengan demikian, diharapkan harga telur dapat kembali stabil dan peternak dapat memperoleh pendapatan yang layak.
Kesimpulan dari permasalahan ini adalah bahwa pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen agar harga telur tidak terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Dengan meningkatkan penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis, pemerintah dapat menjaga stabilitas harga dan melindungi kesejahteraan peternak.











