Ekonomi

IHSG Terperosok Tinggalkan 7.000, Saham BBCA Ambles ke 5.800, Apa Pemicunya?

×

IHSG Terperosok Tinggalkan 7.000, Saham BBCA Ambles ke 5.800, Apa Pemicunya?

Share this article
IHSG Terperosok Tinggalkan 7.000, Saham BBCA Ambles ke 5.800, Apa Pemicunya?
IHSG Terperosok Tinggalkan 7.000, Saham BBCA Ambles ke 5.800, Apa Pemicunya?

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko melanjutkan pelemahan menuju level 6.644-6.727 pada perdagangan hari ini, Rabu (13/5/2026). Meski demikian, sejumlah saham seperti BBCA, BIRD, hingga ISAT masuk dalam radar rekomendasi analis.

Tim analis MNC Sekuritas mencatat IHSG melemah 0,68% ke level 6.858 pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Pergerakan indeks disebut masih didominasi tekanan jual dan membentuk pola lower low. MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini masih berada dalam bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2).

Area koreksi yang sebelumnya diproyeksikan di level 6.838 juga telah tercapai. “Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.644-6.727, waspadai area gap yang berada di 6.538-6.585. Adapun area penguatan terdekat IHSG berada di 6.870-6.895,” tulis tim analis MNC Sekuritas dalam riset harian, Rabu (13/5/2026).

Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG diperkirakan berada di 6.745 dan 6.682, sementara level resistance berada pada kisaran 6.917 dan 7.069. Adapun saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas antara lain PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Blue Bird Tbk. (BIRD), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA).

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah ke level 6.858,89 pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Koreksi indeks komposit diseret oleh penurunan sejumlah saham big caps mulai dari BREN hingga ASII. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 0,87% atau 46,70 poin ke level 6.858,89.

Sepanjang perdagangan, indeks sempat dibuka di level 6.949,84 dan menyentuh posisi tertinggi di 6.977,28. Sebanyak 207 saham tercatat menguat, 463 saham melemah, dan 151 saham bergerak stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa mencapai Rp12.171 triliun.

Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat saham-saham kelas berat menjadi beban utama pergerakan IHSG. Dari jajaran big caps, penguatan hanya dibukukan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang naik 2,64% ke Rp1.165 serta saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang menguat 2,36% ke level Rp3.910.

Sebaliknya, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) mencatat penurunan terdalam di kelompok big caps setelah terkoreksi 4,75% ke level Rp3.610. Pelemahan juga terjadi pada saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang turun 3,80% ke level Rp11.400, serta saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang melemah 3,31% ke posisi Rp5.850.

“Hanya ada indeks saham transportasi yang positif, sementara indeks industrial dan infrastruktur menjadi dua indeks sektoral yang memimpin pelemahan,” tulis Mirae Asset Sekuritas dalam publikasi riset harian, Selasa (12/5/2026).

Kesimpulan, IHSG terperosok dan meninggalkan level 7.000, saham BBCA ambles ke 5.800. Pemicunya adalah tekanan jual dan pelemahan saham big caps. Investor harus waspada dan memantau pergerakan IHSG dan saham yang direkomendasikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *