Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Agustus 2026 | Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026 setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A. Hasil ini membuat Indonesia menutup persaingan di peringkat ketiga klasemen Grup A dengan koleksi delapan poin.
Pengamat sepak bola Tommy Welly atau Bung Towel mengungkap hal yang menurutnya hilang dari permainan Timnas Indonesia setelah Skuad Garuda gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Menurutnya, para pemain tidak menunjukkan nyali, determinasi, serta kepercayaan diri saat bermain dalam laga-laga penting.
Sorotan tersebut disampaikan Bung Towel setelah Timnas Indonesia hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Singapura. Hasil itu membuat tim asuhan John Herdman finis di posisi ketiga klasemen dengan tujuh poin dan gagal lolos ke babak semifinal.
Bung Towel menilai persoalan Timnas Indonesia bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga kualitas penampilan sejumlah pemain di atas lapangan. Ia mengaku tidak melihat ekspresi yang mencerminkan mental bertanding ketika menyaksikan permainan Skuad Garuda.
Di sisi lain, Manchester City dikabarkan semakin dekat untuk merekrut gelandang muda Lille, Ayyoub Bouaddi. Kesepakatan transfer pemain berusia 18 tahun itu disebut hampir tercapai di tengah spekulasi mengenai masa depan Enzo Fernandez sebagai calon pengganti Rodri.
Sebanyak 35 juta pounds telah ditawarkan oleh Manchester City untuk mendapatkan Bouaddi, namun Lille meminta biaya transfer sekitar 85 juta pounds untuk melepas Bouaddi pada musim panas ini.
Sementara itu, Timnas Indonesia hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Singapura. Hasil ini membuat tim asuhan John Herdman finis di posisi ketiga klasemen dengan tujuh poin dan gagal lolos ke babak semifinal.
Indonesia akhirnya memecahkan kebuntuan sesaat setelah babak kedua dimulai. Baru dua menit pertandingan berjalan, Ragnar Oratmangoen melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti yang gagal diantisipasi Izwan Mahbud. Gol tersebut membawa Garuda unggul 1-0 sekaligus membuka kembali harapan menuju semifinal.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Singapura meningkatkan intensitas serangan dan memaksa Indonesia lebih banyak bertahan. Momentum itu dimanfaatkan tuan rumah. Memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia, Ilhan Fandi sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan mengubah arah pertandingan.
Kesimpulan dari kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 adalah bahwa mereka masih memiliki banyak pekerjaan untuk meningkatkan kualitas permainan dan mental bertanding. Dengan analisis yang tepat dan perbaikan yang signifikan, diharapkan Timnas Indonesia dapat meningkatkan performa di turnamen-turnamen mendatang.











