Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Agustus 2026 | Timnas Indonesia baru saja mengalami kegagalan dalam Piala AFF 2026. Mereka tidak berhasil melaju ke semifinal setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar. Hasil ini membuat Indonesia finis di posisi ketiga Grup A dengan koleksi tujuh poin dari empat pertandingan.
Salah satu pemain yang menjadi sorotan dalam pertandingan tersebut adalah kiper Cahya Supriadi. Ia terlibat dalam insiden yang membuat Singapura menyamakan kedudukan melalui Ilhan Fandi pada menit ke-66. Gol tersebut terjadi setelah Cahya Supriadi terlibat benturan dengan bek Rizky Ridho, sehingga bola bisa dikuasai oleh Ilhan Fandi dan dimasukkan ke gawang Indonesia.
Cahya Supriadi sebelumnya juga mendapat kepercayaan dari pelatih John Herdman untuk mengawal gawang Timnas Indonesia pada laga pamungkas Grup A Piala AFF 2026 menghadapi Singapura. Keputusan tersebut sempat memunculkan anggapan bahwa Cahya dimainkan karena Nadeo Argawinata tampil kurang maksimal ketika Indonesia menelan kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada pertandingan sebelumnya.
Namun, John Herdman menegaskan keputusan tersebut bukan karena dirinya menilai Nadeo tampil buruk. Pelatih Timnas Indonesia itu menyebut sejak awal turnamen dirinya memang tidak menetapkan siapa yang akan menjadi penjaga gawang utama. John Herdman justru sengaja memberikan kesempatan kepada Nadeo dan Cahya untuk bersaing memperebutkan posisi di bawah mistar.
Di luar Piala AFF, Cahya Supriadi juga aktif bermain untuk klub PSIM Jogja. Ia bahkan pernah absen dalam sesi latihan tim karena diberi waktu tambahan untuk beristirahat setelah membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menilai Cahya layak mendapatkan waktu tambahan untuk beristirahat sebelum kembali bergabung dengan tim.
Dengan kegagalan ini, Indonesia harus menunggu setidaknya dua tahun lagi untuk mencoba meraih trofi Piala AFF. Sementara itu, Cahya Supriadi dan rekan-rekannya harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan lain di masa depan.
Kegagalan Indonesia di Piala AFF 2026 juga mendapat sorotan dari media Vietnam. Mereka menyoroti catatan buruk yang ditorehkan skuad Garuda setelah kembali gagal melewati fase grup ASEAN Cup. Indonesia sebenarnya sempat membuka peluang untuk mengamankan tiket semifinal setelah Ragnar Oratmangoen mencetak gol pada menit ke-47, namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama.
Singapura menyamakan kedudukan melalui Ilhan Fandi pada menit ke-66, dan skor 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir. Dengan hasil ini, Singapura mengamankan posisi kedua Grup A dan berhak melaju ke semifinal, sementara Indonesia harus pulang lebih awal.
Media Vietnam lainnya juga menyoroti hasil itu, menyebut harapan Indonesia untuk lolos ke semifinal Piala AFF 2026 telah pupus setelah hanya mampu bermain imbang melawan Singapura. Dalam pertandingan itu, Indonesia disebut lebih dominan dalam penguasaan permainan, namun tidak mampu menambah keunggulan setelah unggul melalui Ragnar Oratmangoen.
Timnas Indonesia harus melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki performa mereka di turnamen-turnamen mendatang. Dengan demikian, mereka bisa meningkatkan peluang untuk meraih kesuksesan di kancah sepakbola internasional.
Bagi Cahya Supriadi dan rekan-rekannya, kegagalan ini harus dijadikan sebagai pelajaran berharga untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuan mereka. Dengan dedikasi dan kerja keras, mereka bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.









