Ekonomi

Rupiah Melemah, Harga Bahan Baku Naik, Pengusaha UMKM Keripik Tempe Malang: Pusing Mikir Laba

×

Rupiah Melemah, Harga Bahan Baku Naik, Pengusaha UMKM Keripik Tempe Malang: Pusing Mikir Laba

Share this article
Rupiah Melemah, Harga Bahan Baku Naik, Pengusaha UMKM Keripik Tempe Malang: Pusing Mikir Laba
Rupiah Melemah, Harga Bahan Baku Naik, Pengusaha UMKM Keripik Tempe Malang: Pusing Mikir Laba

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 Mei 2026 | Dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai dirasakan oleh pelaku UMKM keripik tempe di kawasan Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sebab, sejumlah bahan baku pembuatan keripik tempe membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat dan penjualan justru menurun.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh para pengusaha kecil yang harus memutar otak agar usahanya tetap berjalan di tengah harga kebutuhan yang terus merangkak naik. Salah satu pelaku usaha yang terdampak adalah pemilik Toko Kripik Tempe Putra Ridho, Frimiyanti (46). Ia mengaku, harga plastik kemasan dan kresek mengalami kenaikan hingga 50 persen dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Yanti, melemahnya nilai tukar rupiah membuat harga berbagai kebutuhan usaha ikut terdongkrak. Bahan-bahan yang berkaitan dengan impor maupun distribusi menjadi lebih mahal sehingga berdampak langsung pada pelaku UMKM. Tak hanya kemasan, harga tempe sebagai bahan baku utama juga ikut melonjak.

Ia mengaku biasanya membeli tempe siap olah dengan harga sekitar Rp 350.000 hingga Rp 400.000 per keranjang. Kini, harganya mencapai Rp 600.000 per keranjang. Kenaikan harga kebutuhan sehari-hari juga mulai dirasakan masyarakat.

Kondisi itu membuat pembeli lebih berhati-hati dalam berbelanja, termasuk membeli oleh-oleh maupun camilan seperti keripik tempe. Meski biaya produksi meningkat tajam, Yanti belum berani menaikkan harga jual produknya. Ia khawatir pelanggan dan reseller keberatan jika harga keripik tempe ikut naik di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Sebagai gantinya, ia memilih mengurangi ukuran dan kualitas plastik kemasan agar harga jual tetap terjangkau bagi pembeli. Sementara itu, pelemahan rupiah juga berdampak pada sektor otomotif. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai memunculkan kekhawatiran di industri otomotif nasional.

Kondisi ini juga berpotensi berdampak pada harga jual mobil, termasuk produk-produk Chery di Indonesia. Dalam beberapa hari terakhir, kurs rupiah bahkan sempat menembus level Rp 17.700 per dolar AS. Situasi tersebut dinilai dapat meningkatkan biaya produksi kendaraan, terutama untuk kebutuhan impor serta penggunaan komponen dan bahan baku yang masih bergantung pada mata uang dolar AS.

Presiden Direktur Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, mengatakan pihaknya masih melakukan perhitungan terkait dampak kenaikan biaya akibat pelemahan rupiah. Ia menegaskan, pihaknya belum memutuskan untuk menaikkan harga jual mobil Chery di Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas harga pangan melalui subsidi energi dan pupuk. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan importir kedelai menaikkan harga secara semena-mena dengan alasan kurs dolar AS.

Ia menyebut pemerintah telah memanggil seluruh importir kedelai untuk menahan kenaikan harga di tengah gejolak nilai tukar. Amran menilai importir tidak seharusnya mengambil keuntungan berlebihan lantaran bisnis impor kedelai selama ini tetap berjalan menguntungkan.

Pelemahan rupiah juga berdampak pada harga BBM subsidi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 mendatang. Pemerintah memutuskan menahan harga BBM karena rata-rata harga minyak mentah Indonesia masih stabil di kisaran aman.

Arahan Presiden Prabowo mencakup mitigasi khusus jika harga minyak mentah global nantinya menembus level 100 dolar AS. Dalam beberapa hari terakhir, kurs rupiah bahkan sempat menembus level Rp 17.700 per dolar AS.

Dalam kondisi seperti ini, pemerintah harus tetap waspada dan mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menghindari dampak negatif dari pelemahan rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *